KENDARI — Musim kemarau panjang yang melanda Kota Kendari meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kodim 1417/Kendari menggelar Sholat Istisqa dan doa bersama di lapangan Makodim, Kelurahan Samratulangi, Kecamatan Kendari Barat, Senin (31/8/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan. Ratusan personel TNI mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk di area terbuka Makodim, di bawah terik matahari yang menggambarkan kondisi kemarau yang tengah berlangsung.
Dandim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny A.P. Girsang, menegaskan bahwa kondisi kemarau panjang menuntut kesiapsiagaan bersama. Hujan sangat dibutuhkan untuk mengakhiri kekeringan sekaligus membantu mengantisipasi kebakaran lahan yang rawan terjadi di sejumlah titik.
“Selain upaya spiritual, kami terus melakukan langkah kesiapsiagaan di lapangan,” ujar Danny.
Di luar ibadah, Kodim 1417/Kendari juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Patroli rutin dilakukan di kawasan yang dinilai rawan terjadi karhutla selama musim kemarau.
Upaya ini menyasar wilayah-wilayah dengan lahan kering yang mudah terbakar. Personel TNI disiagakan untuk merespons cepat apabila ditemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Danny berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga lingkungan dan menahan diri dari aktivitas yang bisa memicu kebakaran, seperti membakar lahan untuk membuka kebun.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama menghadapi dampak kemarau panjang di Kendari dan sekitarnya. Dengan kerja sama antara aparat dan warga, risiko karhutla diharapkan bisa ditekan.
Sholat Istisqa yang digelar di lapangan Makodim menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.