KENDARI — Silaturahmi antara jajaran Kanwil Kemenkum Sultra dan manajemen Claro Hotel Kendari tidak berhenti pada seremoni belaka. Pertemuan yang berlangsung di kantor Kanwil Kemenkum Sultra itu disebut-sebut sebagai titik awal penjajakan kerja sama yang lebih erat antara kedua lembaga untuk mendukung berbagai kegiatan di Sulawesi Tenggara.
Kunjungan itu merupakan wujud komitmen Kemenkum Sultra untuk membangun hubungan kelembagaan yang terbuka dan kolaboratif. Kakanwil Topan Sopuan menyambut baik langkah manajemen hotel berbintang di Kendari tersebut untuk bersilaturahmi langsung dengan jajarannya.
Topan menilai komunikasi yang baik antarinstansi merupakan bagian vital dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum. Menurutnya, hubungan yang produktif dengan berbagai pihak akan memperkuat jejaring kerja kelembagaan.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang baik. Kami tentu terbuka terhadap peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat, baik bagi institusi maupun masyarakat,” ujarnya dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut.
Kakanwil menambahkan, jajarannya terus mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai elemen. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menciptakan ruang saling mendukung, utamanya dalam agenda pelayanan publik hingga pengembangan sumber daya manusia.
General Manager Claro Hotel Kendari, Steel Punuh, menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan dari jajaran Kemenkum Sultra. Manajemen hotel yang berlokasi di pusat Kota Kendari itu berharap pertemuan ini menjadi awal komunikasi dan kerja sama yang lebih intensif ke depan.
Pihak manajemen dan Kakanwil sepakat untuk terus menjaga komunikasi. Keduanya juga berkomitmen menjajaki berbagai peluang sinergi yang bisa dikembangkan sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing institusi.
Melalui pertemuan tersebut, Kanwil Kemenkum Sultra kembali menegaskan sikapnya sebagai institusi yang tidak eksklusif. Jajaran dipastikan terbuka menerima kunjungan dan masukan dari pelaku usaha maupun elemen masyarakat lain di Sulawesi Tenggara.
Langkah ini sejalan dengan upaya membangun hubungan kelembagaan yang berorientasi pada manfaat luas bagi masyarakat. Pertemuan antara dua lembaga berbeda sektor ini menjadi contoh kecil bagaimana sinergi publik dan swasta dapat dimulai dari komunikasi tatap muka yang sederhana.