BMKG Sultra Prakirakan Cuaca Cerah Berawan Seharian, Suhu Maksimal 33 Derajat Celsius

Penulis: Obi Permana  •  Senin, 28 September 2026 | 07:46:31 WIB
BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara pada pagi hingga sore hari.

BAUBAU — Prakiraan cuaca BMKG Sulawesi Tenggara menyebutkan pagi hari umumnya cerah berawan di seluruh kabupaten dan kota. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore hari di sejumlah wilayah. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 2 hingga 20 kilometer per jam.

Bagaimana Kondisi Cuaca pada Malam dan Dini Hari?

Memasuki malam, langit Sulawesi Tenggara kembali diprakirakan cerah berawan. Perubahan baru terjadi pada dini hari ketika kondisi cuaca secara umum berubah menjadi berawan. Tidak ada potensi hujan signifikan yang disebutkan dalam prakiraan tersebut.

Kelembaban udara yang mencapai 95 persen pada titik tertinggi membuat udara terasa lembap, terutama pada malam hingga dini hari. Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam tersebut disarankan menyesuaikan pakaian dengan kondisi tersebut.

Apa Imbauan BMKG untuk Warga Sultra?

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau informasi cuaca terkini, terutama saat akan melakukan aktivitas di luar ruangan. Imbauan itu disampaikan meski tidak ada peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Tenggara pada hari ini.

Pemantauan informasi cuaca dinilai penting bagi warga yang hendak bepergian antarkabupaten, melaut, atau menjalankan aktivitas pertanian. Perubahan kondisi langit di wilayah kepulauan bisa berlangsung cepat meski prakiraan harian menunjukkan cuaca cerah berawan.

Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Prakiraan ini mencakup seluruh wilayah Sulawesi Tenggara, mulai dari Kota Baubau, Kabupaten Buton, hingga kawasan daratan seperti Kendari dan Kolaka. Tidak ada wilayah yang disebut memiliki kondisi cuaca berbeda secara mencolok dari wilayah lainnya.

Kecepatan angin yang berada di kisaran 2 hingga 20 kilometer per jam tergolong rendah hingga sedang. Kondisi itu umumnya tidak mengganggu aktivitas pelayaran rakyat maupun penyeberangan antar pulau di wilayah tersebut.

Reporter: Obi Permana
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top