SULAWESI TENGGARA — Harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi berbeda tipis pada Senin, 28 September 2026. Emas Antam 1 gram dibanderol Rp 2.597.000, sementara emas UBS di Pegadaian Rp 2.553.000 untuk ukuran yang sama. Selisih harga antarprodusen ini penting dicermati investor sebelum membeli logam mulia.
Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi menetapkan harga jual yang bervariasi pada perdagangan awal pekan ini. Perbedaan muncul dari merek dagang, ukuran, serta skema pembelian yang ditawarkan masing-masing produsen. Bagi investor ritel, selisih puluhan ribu rupiah per gram bisa berarti signifikan ketika bertransaksi dalam jumlah besar.
Emas Antam 24 karat ukuran 0,5 gram tercatat Rp 1.348.500, sedangkan ukuran 1 gram dijual Rp 2.597.000. Untuk pembelian 1.000 gram, Antam menyediakan skema pre-order dengan harga Rp 2.537.600.000.
PT Pegadaian (Persero) menawarkan emas dari beberapa merek sekaligus. Emas Galeri24 ukuran 0,5 gram dijual Rp 1.325.000, dan ukuran 1.000 gram mencapai Rp 2.449.240.000.
Emas Antam yang tersedia di Pegadaian dipatok Rp 1.370.000 untuk 0,5 gram dan Rp 257.721.000 untuk 100 gram. Sementara emas UBS di Pegadaian tercatat Rp 1.380.000 untuk 0,5 gram dan Rp 2.553.000 untuk 1 gram.
PT Hartadinata Abadi Tbk merilis harga dasar sekaligus harga buyback. Emas 0,1 gram memiliki harga dasar Rp 308.500 dengan buyback Rp 231.500. Untuk ukuran 1.000 gram, harga dasarnya Rp 2.376.000.000 dan buyback Rp 2.303.000.000.
Emas lama dianggap sebagai pelindung nilai di tengah inflasi dan fluktuasi mata uang. Aset ini juga dikenal sebagai safe haven yang relatif tahan terhadap gejolak ekonomi, likuiditasnya tinggi, serta bebas pajak dan bunga.
Modal masuknya pun tergolong kecil. Investor bisa mulai dari Rp 10.000 atau setara 0,01 gram. Emas juga dapat dijadikan jaminan saat membutuhkan dana darurat dan berfungsi sebagai alat diversifikasi portofolio.
Namun, kenaikan harga emas cenderung lambat sehingga lebih cocok untuk investasi jangka panjang minimal 1–3 tahun. Emas tidak menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen saham atau bunga obligasi.
Risiko lain adalah kehilangan atau pencurian jika tidak disimpan dengan aman. Ada pula selisih harga beli dan jual kembali (spread) yang harus diperhitungkan, plus volatilitas jangka pendek akibat kondisi ekonomi global dan sentimen investor. Memilih emas perhiasan yang punya biaya pembuatan juga bisa menggerus potensi keuntungan.
Emas asli umumnya memiliki cap kadar emas, misalnya 999,9 untuk 24 karat, plus nama perusahaan pencetak yang terlihat jelas. Warnanya kuning cerah konsisten, tidak korosif, dan tidak berkarat seiring waktu. Emas murni juga lunak, sehingga gigitan ringan dapat meninggalkan bekas samar.
Beberapa uji fisik bisa dilakukan sendiri. Emas asli bersifat non-magnetis alias tidak tertarik magnet. Gosokan pada telapak tangan atau keramik polos tidak meninggalkan noda hitam. Saat dijatuhkan ke permukaan keras, emas asli menghasilkan dering panjang dan nyaring. Kepadatan standarnya sekitar 19,3 gram/ml.
Uji kimiawi dengan asam nitrat atau cuka juga bisa membantu, karena emas asli tidak berubah warna. Hanya saja, asam nitrat berbahaya dan memerlukan perlengkapan keamanan khusus.
Verifikasi keaslian dapat dilakukan lewat sertifikat yang biasanya dilengkapi hologram dan bisa diperiksa di bawah sinar ultraviolet. Antam menyediakan aplikasi CertiEye untuk memverifikasi emas batangan dengan memindai barcode produk. Cara paling akurat tetap membawa emas ke toko emas terdekat atau ahli perhiasan untuk pemeriksaan profesional.
Bagi calon investor, membandingkan harga antarprodusen sebelum membeli menjadi langkah awal yang masuk akal. Selisih harga Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi menunjukkan bahwa pasar logam mulia dalam negeri memberi ruang pilihan sesuai kebutuhan dan ukuran pembelian.