SULAWESI TENGGARA — Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks membela Thom Haye yang diganjar kartu merah pada menit ke-37 saat melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain dengan 10 pemain sejak menit 34, skuad Garuda tetap mampu menahan imbang Harimau Malaya 0-0 pada laga Senin (28/9) malam tersebut.
Kartu merah Thom Haye menjadi momen paling menentukan dalam duel Timnas Indonesia kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Wasit awalnya memberi kartu kuning kepada Haye atas pelanggaran terhadap Arif Aiman di lapangan tengah, sebelum meninjau VAR dan mengubah hukuman menjadi kartu merah.
Keputusan itu memaksa Indonesia bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-34. Padahal, skuad Garuda sebelumnya tampil mendominasi dan menguasai jalannya pertandingan.
Selepas pertandingan, Kevin Diks angkat bicara membela rekan setimnya. Dalam wawancara dengan official broadcaster, bek yang juga kapten Timnas Indonesia itu menegaskan kartu merah Haye adalah bagian dari dinamika sepak bola.
"Kami punya objektif yang berbeda hari ini, tapi saya harus katakan kepada semuanya, itu [kartu merah Haye] bagian dari sepak bola," kata Diks.
Diks menilai Haye tidak melanggar dengan sengaja. Menurutnya, niat utama Haye adalah mencuri bola dari lawan, bukan menjatuhkan Arif Aiman.
"Ketika Anda bermain dengan 10 pemain, hal seperti itu bisa terjadi. Thom tidak melakukannya dengan sengaja. Jadi sebelum semua orang menyalahkan Thom, hal seperti itu bisa terjadi," ujarnya.
Diks menyoroti proses tinjauan VAR yang mengubah hukuman Haye dari kartu kuning menjadi kartu merah. Menurutnya, keputusan itu diambil dalam waktu singkat sehingga sulit dihindari pemain.
"Keputusan itu [kartu merah kepada Thom Haye] diambil lewat VAR dan terjadi sangat cepat. Saya pikir saya bangga dengan perjuangan tim dengan 10 pemain," ujar Diks.
Meski kehilangan satu pemain, Indonesia tidak kehilangan arah permainan. Skuad Garuda tetap mampu meredam tekanan Harimau Malaya dan mengakhiri laga dengan skor imbang 0-0.
Kartu merah Haye mengubah peta pertandingan. Indonesia yang awalnya mendominasi harus menarik lebih dalam dan menahan gempuran Malaysia yang mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Malaysia meningkatkan intensitas serangan demi memecah kebuntuan. Namun, lini belakang Indonesia bersama kiper mampu menjaga gawang tetap bersih hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil imbang 0-0 ini menjaga posisi Indonesia di klasemen FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad asuhan pelatih tetap memiliki peluang untuk melaju ke babak berikutnya, dengan catatan mampu memaksimalkan laga-laga tersisa.
Indonesia akan menghadapi laga lanjutan di fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Poin dari hasil imbang melawan Malaysia menjadi modal penting sebelum menghadapi lawan berikutnya.
Diks menegaskan semangat juang tim dengan 10 pemain patut diapresiasi. Ia berharap mentalitas itu terbawa ke pertandingan selanjutnya demi mengamankan tiket ke babak gugur.