KENDARI — Siswa MTs 1 Kendari itu tampil tanpa gentar di atas matras gelanggang. Emas yang diraihnya dipersembahkan untuk daerah, kedua orang tua, dan nama baik sekolahnya.
Kejuaraan diikuti atlet dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Kontingen silat Sultra membawa pulang hasil membanggakan dari ajang yang digelar di Lapangan GOR Merdeka/Korem TNI Kabupaten Bone.
Namanya La Ode Muh Syihab Az Zuhri. Usianya masih remaja, tapi keberaniannya di gelanggang tarung sudah terbukti.
Ia berlaga membawa nama Sulawesi Tenggara, harga diri keluarga, dan nama baik MTs 1 Kendari. Hasilnya tidak sia-sia: satu emas untuk Sultra.
Syihab menyebut doa orang tua sebagai faktor utama di balik kemenangannya. Ia mengaku tidak perlu turun nyali menghadapi lawan mana pun.
"Doa orang tua kunci kemenangan saya," ungkapnya.
Menurutnya, cukup menguasai medan gelanggang dan tidak gentar saat bertarung. Pesan itu yang ia pegang sepanjang kejuaraan.
Kejuaraan pencak silat bergengsi ini memperebutkan Piala Bupati Bone. Ajangnya digelar 25–27 September 2026 di Lapangan GOR Merdeka/Korem TNI Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Pesertanya sekitar 840 hingga 1.000 atlet. Mereka datang dari empat provinsi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Bagi kontingen Sultra, hasil ini menjadi modal berharga untuk pembinaan bibit muda pesilat putra dan putri berprestasi.