SULAWESI TENGGARA — Kementerian Perhubungan mematangkan sejumlah opsi penambahan armada KRL Jabodetabek, mulai dari produksi PT INKA, impor kereta baru, hingga mendatangkan KRL bekas dari Jepang. Dari target 35 trainset yang dibiayai penyertaan modal negara, baru 27 trainset yang masuk hitungan rampung hingga 2027.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah memahami kebutuhan masyarakat atas penambahan kereta yang mendesak. Pembahasan lintas lembaga pun dilakukan, melibatkan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.
"Kita memahami adanya kebutuhan masyarakat atas (penambahan) kereta. Kita memahami kebutuhan ini diharapkan bisa dipenuhi dengan cepat," ujar Dudy di ruang media Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Kemenhub menegaskan mendukung langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah armada KRL Jabodetabek. KAI dinilai sudah punya alokasi dana lewat penyertaan modal negara (PMN) untuk pengadaan tambahan armada tersebut.
PT KAI menerima PMN senilai Rp 9,53 triliun yang dialokasikan bertahap: Rp 2 triliun pada tahun anggaran 2024, Rp 1,8 triliun pada 2025, dan rencana Rp 1,5 triliun pada 2026. Dana itu dipakai untuk pengadaan 35 trainset KRL Jabodetabek dan dua peremajaan armada (retrofit) hingga 2027.
Hingga Oktober 2026, KAI telah mendatangkan 11 trainset baru dari Cina dan sudah beroperasi. Sebanyak 16 trainset lainnya dikerjakan PT INKA. Tujuh trainset yang sempat bermasalah sudah kembali beroperasi, dua trainset ditargetkan selesai tahun ini, dan tujuh trainset sisanya dikebut pada 2027.
"Ada harapan supaya dapat segera terpenuhi. INKA ini memproduksi butuh waktu, kalau dilihat rata-rata (produksi) INKA per tahun itu tiga trainset," kata Dudy.
Dengan hitungan itu, total pengadaan baru mencapai 27 trainset dan masih kurang delapan trainset dari target 35 trainset dalam APBN. Kemenhub meminta KAI menuntaskan seluruh pengadaan sesuai alokasi suntikan dana negara.
"Kita mendorong supaya KAI bisa memenuhi kekurangannya dengan penuhi dulu pengadaan yang sudah disetujui pada 2023 sebanyak 35 (trainset). Kita juga harus pastikan kelaikan dan aspek keselamatannya," ujar Dudy.
Dudy juga meminta KAI mendorong kesiapan INKA memenuhi target produksi tujuh trainset tahun depan. Kapasitas produksi INKA yang rata-rata tiga trainset per tahun menjadi salah satu pertimbangan pemerintah membuka opsi lain.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyebut pihaknya masih mengkaji rencana impor KRL baru maupun bekas. Penambahan armada KRL Jabodetabek menjadi komitmen Danantara dalam mendorong percepatan transportasi publik.
"Kita mesti melihat cost and benefit-nya, keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub," ujar Dony usai menghadiri Executive Breakfast Meeting (EBM) Seri ke-6 bertajuk "Dua Tahun Danantara" di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dony menegaskan rencana impor kereta bekas Jepang tidak berarti mengabaikan produksi lokal INKA. Menurut dia, INKA saat ini memiliki keterbatasan produksi dan sedang menjalani proses transformasi.
Bagi penumpang Jabodetabek, kepastian jadwal kedatangan armada menentukan seberapa cepat antrean dan kepadatan di jam sibuk bisa ditekan. Sebaliknya, bagi INKA, tenggat 2027 menjadi ujian kapasitas produksi di tengah tekanan untuk menambah rangkaian tanpa mengorbankan aspek kelaikan dan keselamatan.