Pencarian

Danantara Merger 23 BUMN Kawasan Industri, Kelola Lahan 35.000 Hektare

Kamis, 08 Oktober 2026 • 12:48:01 WIB
Danantara Merger 23 BUMN Kawasan Industri, Kelola Lahan 35.000 Hektare
Danantara akan menggabungkan 23 BUMN kawasan industri menjadi satu perusahaan dengan total lahan kelolaan sekitar 35.000 hektare.

SULAWESI TENGGARA — Danantara Indonesia akan menggabungkan 23 BUMN pengelola kawasan industri menjadi satu perusahaan dengan total lahan kelolaan sekitar 35.000 hektare, dan pengumuman resminya dijadwalkan pada 5 November 2026. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya mempercepat masuknya investasi ke Tanah Air lewat transformasi model bisnis kawasan industri.

Paragraf pembuka: Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan rencana penggabungan tersebut usai menghadiri acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Menurut dia, langkah konsolidasi tidak berhenti pada penyatuan badan usaha, tetapi juga menyentuh cara pengelola kawasan industri menghasilkan uang.

Satu Perusahaan, 35.000 Hektare Lahan

Dony menyebut penggabungan 23 perusahaan industrial estate atau kawasan industri milik negara akan diumumkan pada 5 November 2026. Total lahan yang bakal dikelola entitas gabungan ini mencapai sekitar 35.000 hektare, angka yang menempatkannya sebagai pemain kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

"Pada bulan tanggal 5 November akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate kita menjadi satu perusahaan industrial estate," ucap Dony.

Dengan skala lahan sebesar itu, entitas hasil merger berpotensi menjadi magnet investasi manufaktur dan logistik di kawasan. Pemerintah menargetkan konsolidasi ini mempermudah investor menanam modal, bukan justru menambah lapisan birokrasi baru.

Tanah Bukan Lagi Sumber Utama Pendapatan

Perubahan paling mendasar dari rencana ini menyangkut model bisnis. Danantara meninjau ulang cara pengelola kawasan industri BUMN mencari pendapatan, dari yang semula mengandalkan penjualan tanah menjadi penyediaan fasilitas dan layanan di dalam kawasan.

Tanah akan ditawarkan dengan skema yang lebih kompetitif untuk menarik investor masuk. Pendapatan perusahaan selanjutnya berasal dari layanan pendukung, mulai dari utilitas, logistik, hingga fasilitas kawasan lainnya.

Pergeseran ini sejalan dengan praktik pengelola kawasan industri modern di sejumlah negara, yang menempatkan recurring income dari layanan sebagai tulang punggung keuangan, bukan sekadar menjual lahan mentah.

Dampak ke Investor dan Pelaku Usaha

Bagi calon investor, merger ini berpotensi memangkas kerumitan negosiasi lahan yang selama ini tersebar di banyak perusahaan BUMN. Satu pintu pengelolaan berarti satu titik kontak untuk kebutuhan lahan, perizinan kawasan, hingga fasilitas pendukung.

Pelaku usaha di sektor manufaktur dan logistik menjadi pihak yang paling langsung merasakan dampaknya. Skema tanah yang lebih kompetitif dapat menekan biaya awal investasi, sementara layanan kawasan yang terintegrasi berpotensi mempercepat waktu mulai operasi pabrik atau gudang.

Danantara belum merinci daftar 23 BUMN yang masuk dalam konsolidasi maupun nilai aset gabungan entitas hasil merger. Rincian tersebut diperkirakan menyusul bersamaan dengan pengumuman resmi pada 5 November 2026.

Penutup: Jika terealisasi sesuai jadwal, merger ini menjadi salah satu konsolidasi BUMN terbesar di sektor properti industri dan menandai pergeseran cara negara mengelola kawasan industri, dari penjual lahan menjadi penyedia ekosistem usaha.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks