KENDARI — Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, menyatakan korban ditemukan di dalam kamar yang pintunya terkunci. Petugas yang tiba di lokasi langsung membuka paksa pintu untuk memastikan kondisi Wery.
Saat pintu terbuka, jenazah ditemukan dalam kondisi tubuh menghitam dan mengeluarkan bau menyengat. Korban diduga sudah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.
Penemuan bermula ketika Edy Taufan (40) menghubungi Yuliany Lukman (43) melalui aplikasi WhatsApp. Edy menyampaikan bahwa Wery sudah sekitar tiga hari tidak terlihat keluar dari ruko.
Yuliany bersama suaminya kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban. Keduanya masuk melalui lantai tiga bangunan, lalu turun ke lantai dua tempat kamar korban berada.
Setibanya di kamar, pintu dalam keadaan terkunci. Karena tidak bisa memastikan kondisi Wery, keduanya menghubungi Polsek Kemaraya untuk meminta bantuan.
Kapolsek Kemaraya bersama sejumlah anggota tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 07.35 Wita. Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Kendari menyusul sekitar pukul 08.15 Wita untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari sekitar pukul 09.27 Wita. Jenazah akan menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian Wery. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi dan penyebab meninggalnya korban.
Polsek Kemaraya belum merilis hasil olah TKP maupun pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Warga sekitar diminta menunggu keterangan resmi dari kepolisian.