PLN Operasikan 84 SPKLU di 61 Lokasi Sulselrabar, Kendaraan Listrik Tumbuh 53,7 Persen

Penulis: Naufal Aditama  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 12:46:31 WIB
Petugas menunjukkan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di salah satu SPKLU PLN.

KENDARI — Sebanyak 65 unit SPKLU berdiri di 46 lokasi di Sulawesi Selatan, 12 unit di sembilan lokasi di Sulawesi Tenggara, dan tujuh unit di enam lokasi di Sulawesi Barat. Lokasinya tersebar di pusat kota, kawasan wisata, pusat perbelanjaan, kampus, bandara, hingga jalur perjalanan antardaerah.

Pengembangan infrastruktur tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di kawasan timur Indonesia. Selain memperluas jaringan, PLN menyiapkan 16 unit SPKLU khusus kendaraan listrik roda dua berdaya 22 kW yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

Empat Kategori Pengisian Daya, dari Ultra Fast hingga Standard

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, PLN menyediakan empat kategori pengisian daya. Rinciannya: 25 unit ultra fast charging, 12 unit fast charging, 39 unit medium charging, dan delapan unit standard charging.

Fasilitas lounge juga hadir di sejumlah lokasi SPKLU. Pelanggan dapat memakai fitur EV Digital Services melalui aplikasi PLN Mobile untuk mencari lokasi pengisian dan melakukan transaksi.

3.441 Unit Kendaraan Listrik, Naik 53,7 Persen dalam Enam Bulan

Berdasarkan data per 9 Oktober 2026, jumlah kendaraan listrik di wilayah Sulselrabar mencapai 3.441 unit. Angka tersebut meningkat 53,7 persen dibandingkan April 2026.

Didik Wicaksono menilai kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. "Kami ingin memastikan siapa pun yang beralih ke kendaraan listrik di Sulsel, Sultra, dan Sulbar tidak lagi ragu soal tempat mengisi daya," ujar Didik dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Mengapa SPKLU Disiapkan di Jalur Antardaerah

Sebaran SPKLU yang menyentuh bandara dan jalur perjalanan antardaerah menunjukkan fokus PLN pada pengguna yang menempuh jarak jauh, bukan hanya pemilik kendaraan listrik di dalam kota. Pola ini sejalan dengan karakter wilayah Sulselrabar yang menghubungkan tiga provinsi dengan jarak tempuh panjang.

Menurut Didik, penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya mengurangi emisi gas buang dan mendukung transisi energi bersih di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. PLN, katanya, akan terus meningkatkan layanan SPKLU seiring pertumbuhan pengguna kendaraan listrik.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: kendarikini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top