SULAWESI TENGGARA — Tiga greenhouse berdiri di lahan seluas 860 lubang tanam per unit di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul. Bedanya, rumah tanaman ini bukan sekadar rangka besi dan plastik UV—di dalamnya terpasang sensor yang mengirim data ke ponsel petani.
Sistem IoT memungkinkan Kelompok Tani Modern Pemuda Lingga mengatur pemberian nutrisi, jadwal irigasi, dan tingkat keasaman (pH) secara otomatis. Tanaman melon varietas Sunny, Petra Funny, dan The Blues pun tumbuh dalam kondisi yang terkontrol penuh, terlindung dari hama dan hujan deras.
Target Produksi: 4–6 Ton per Musim, 20 Ton Setahun
Dengan tiga greenhouse dan total 2.580 lubang tanam, desa ini berpotensi menghasilkan 4 hingga 6 ton melon setiap musim tanam. Dalam setahun, angka itu bisa mencapai 16–20 ton—cukup untuk memasok pasar buah premium di Sumatera Selatan.
Wilayah Muara Enim sendiri dikenal memiliki agroklimat yang cocok untuk buah unggulan. Pemerintah daerah pun melihat peluang ini sebagai langkah konkret memperkuat posisi Sumsel sebagai penghasil buah berkualitas tinggi.
Bukan Sekadar Greenhouse: PPA dan PTBA Bangun SDM Lokal
Division Head HCGA & External Relation PPA, Sunaryo, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mentransfer keterampilan, bukan sekadar menyerahkan infrastruktur. "Kami melihat program ini bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana membangun kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini," ujar Sunaryo dalam keterangan resmi, Minggu (12/7).
Mining Sub-Division Head PTBA, Suratman, menambahkan bahwa fasilitas ini adalah bagian dari upaya optimalisasi kesejahteraan masyarakat melalui inovasi berkelanjutan.
Pendampingan Penuh: Dari Pembibitan hingga Panen Raya
Act Department Head HCGA PPA, Novan Herdianto, memastikan pihaknya mendampingi petani di setiap tahap. "Pembinaan dan pendampingan dilakukan sejak pembangunan greenhouse, pembibitan hingga hari ini bisa melaksanakan panen bersama. Ke depan kami akan terus mendampingi agar program ini berkelanjutan dan mampu meningkatkan kompetensi serta perekonomian masyarakat," jelasnya.
PPA berkomitmen melanjutkan kolaborasi ini dengan target jangka panjang: menjadikan Desa Lingga mandiri secara teknologi, bukan sekadar penerima bantuan.
Dengan produksi yang stabil dan kualitas terjamin, Desa Lingga berpeluang menjadi pemasok utama melon hidroponik premium di Sumatera Selatan—sekaligus bukti bahwa pertanian modern bisa dimulai dari desa.