SULAWESI TENGGARA — Pengujian prototipe Mercedes-Benz E-Class listrik generasi berikutnya tengah berlangsung di dekat sirkuit Nürburgring, Jerman. Ini bukan sekadar tes biasa—prototipe terbaru sudah memakai komponen lampu yang diperkirakan akan hadir pada model produksi massal.
Model ini akan menggantikan Mercedes-Benz EQE dan dijadwalkan meluncur pada 2027 sebagai model tahun 2028. Menariknya, jadwal tersebut dimajukan satu tahun lebih awal dari rencana semula.
Nama "E-Class dengan Teknologi EQ" dan Strategi Baru Mercedes
Menurut Autoblog, mobil ini akan dinamai Mercedes-Benz E-Class dengan Teknologi EQ. Penamaan ini menegaskan perubahan strategi pabrikan Jerman tersebut: lini keluarga EQ tidak lagi dipisahkan sebagai model EV tersendiri.
Keputusan ini konsisten dengan arah elektrifikasi Mercedes-Benz yang mulai mengintegrasikan varian listrik ke lini model konvensionalnya. EQE yang ada saat ini akan pensiun dan posisinya diisi oleh E-Class listrik ini.
Desain: Kembali ke Proporsi Sedan Biasa, Bukan "Telur"
Meski sebagian besar bodi masih tertutup kamuflase, proporsi sedan konvensional sudah terbaca jelas. Siluetnya tidak lagi mengusung tampilan menyerupai telur seperti EQE—keputusan desain yang cukup berani di tengah tren EV yang mengutamakan aerodinamika ekstrem.
Bagian depan menampilkan daytime running light (DRL) dengan motif bintang tiga sudut khas Mercedes-Benz. Unit lampu utamanya tampak lebih panjang dibandingkan milik C-Class listrik, memberi kesan visual yang lebih tegas.
Kap mesinnya memiliki garis-garis bodi yang lebih tegas dan tajam. Detail ini menunjukkan pendekatan desain yang lebih berotot dibanding pendahulunya.
Detail Fungsional: Saluran Udara dan Gagang Pintu Fisik
Saluran udara di bagian bawah bumper dan lubang udara di kedua sisi diyakini berfungsi untuk mendinginkan sistem pengereman. Ini bukan sekadar hiasan—pendinginan yang baik penting untuk performa pengereman yang konsisten, terutama mengingat bobot baterai yang membuat EV cenderung lebih berat.
Satu detail menarik: prototipe ini dilengkapi gagang pintu fisik. Langkah ini berbeda dari tren gagang pintu rata bodi yang bisa disembunyikan yang banyak dipakai EV modern demi efisiensi aerodinamis.
Atap kaca panoramik juga terpasang di prototipe ini, memberi kesan kabin yang lebih lega dan terang.
Yang Perlu Diperhatikan
- Masih banyak detail teknis yang belum terungkap—belum ada informasi resmi soal kapasitas baterai, jarak tempuh, atau motor listrik yang akan digunakan.
- Jadwal peluncuran 2027 masih berupa estimasi dari pengamatan media asing, belum konfirmasi resmi Mercedes-Benz.
- Desain final bisa berubah karena prototipe masih memakai kamuflase tebal.
E-Class listrik ini jelas menjadi salah satu model yang patut dinantikan. Kombinasi nama besar E-Class dengan teknologi EQ berpotensi menarik pembeli yang menginginkan EV tanpa meninggalkan identitas sedan mewah konvensional. Namun, pengujian lebih lanjut dan detail spesifikasi resmi masih diperlukan sebelum bisa menilai lebih jauh.