Pencarian

Wisata Malam di Kendari: Rute, Kuliner, dan Tempat Seru

Jumat, 18 September 2026 • 11:12:31 WIB
Wisata Malam di Kendari: Rute, Kuliner, dan Tempat Seru

KENDARI - Wisata malam di Kendari menawarkan wajah kota yang berbeda setelah matahari tenggelam.

Jika siang hari Kendari identik dengan aktivitas perkotaan dan bentang Teluk Kendari, malam hari menghadirkan suasana yang lebih santai melalui ruang publik tepi laut, kuliner khas Sulawesi Tenggara, lampu kota, hingga tempat nongkrong yang ramai.

Salah satu kawasan yang menonjol adalah Anjungan Teluk Kendari, yang memang dirancang sebagai ruang publik dan menjadi titik berkumpul masyarakat dari sore hingga malam.

Menariknya, wisata malam di kendari tidak harus berarti menghabiskan waktu di tempat hiburan tertutup.

Ada pilihan yang lebih beragam: berburu kuliner di kawasan Kendari Beach, menikmati panorama Jembatan Teluk Kendari, mencicipi sate pokea dan pisang epe, atau menyusun rute malam yang dimulai dari senja lalu berakhir dengan makan seafood.

Dengan memilih lokasi dan waktu secara tepat, malam di ibu kota Sulawesi Tenggara dapat terasa lebih berkarakter.

Mengapa malam hari menjadi waktu menarik untuk menjelajahi Kendari?

Malam memberi kesempatan untuk menikmati Kendari dari sisi yang lebih tenang dan sosial. Lampu kawasan pesisir, udara yang lebih sejuk, serta aktivitas pedagang kuliner membuat perjalanan terasa berbeda dibandingkan kunjungan pada siang hari.

Anjungan Teluk Kendari menjadi salah satu contoh paling jelas. Berdasarkan informasi resmi pariwisata Kota Kendari, kawasan ini berada di Jalan Ir. H. Alala, Bypass Kendari dan memiliki jam operasional 15.00–22.00.

Fasilitas yang tersedia antara lain tempat duduk, area bermain anak, toilet, area parkir, serta berbagai usaha makanan dan minuman di sekitarnya.

Waktu terbaik datang

Pukul 16.30–17.30: cocok untuk mendapatkan suasana sore dan menunggu matahari turun.

Pukul 18.00–20.00: waktu yang pas untuk menikmati lampu kawasan, berjalan santai, sekaligus mencari makan.

Pukul 20.00–22.00: lebih cocok untuk kuliner santai atau menghabiskan waktu di ruang publik sebelum kawasan mulai sepi.

Datang menjelang sore memiliki keuntungan tersendiri. Perubahan warna langit dapat dinikmati sebelum suasana malam benar-benar mengambil alih.

Wisata malam di kendari: tempat yang layak masuk rute

Kendari memiliki beberapa titik yang bisa dirangkai dalam satu perjalanan malam. Tidak semuanya harus dikunjungi sekaligus karena karakter setiap kawasan berbeda.

1. Anjungan Teluk Kendari

Anjungan menjadi pilihan utama untuk perjalanan malam yang ingin menggabungkan panorama, ruang terbuka, kuliner, dan aktivitas keluarga.

Pemandangan ke arah Teluk Kendari serta Jembatan Teluk Kendari menjadi daya tarik utamanya. Area pedestrian dan instalasi visual juga membuat kawasan ini cocok untuk fotografi malam.

Informasi resmi Explore Kendari menyebutkan bahwa kawasan tersebut menjadi titik kumpul favorit masyarakat urban dari sore hingga malam.

Hal menarik lainnya adalah perkembangan kuliner di sekitarnya. Pada 2026, kawasan ini juga menjadi lokasi Kampoeng Ramadhan yang menghadirkan lebih dari 40 tenant dan sekitar 500 pilihan makanan serta minuman selama periode Ramadan.

2. Kendari Beach

Kendari Beach lebih cocok bagi pencinta suasana kuliner tepi laut. Kawasan ini dapat dijadikan titik lanjutan setelah menikmati senja.

Sumber pariwisata resmi Kota Kendari mencatat Kendari Beach dan kawasan Tugu MTQ sebagai titik kumpul street food yang ramai pada malam hari.

Beberapa pilihan makanan yang patut dicari antara lain:

Pisang epe, pisang kepok muda yang dibakar, dipipihkan, kemudian diberi gula merah dan pilihan topping.

Sate pokea, olahan kerang air tawar dengan bumbu pedas-manis yang dibakar.

Ikan bakar, pilihan tepat untuk makan malam dengan cita rasa pesisir.

Minuman hangat dan jajanan kaki lima, cocok sebagai penutup setelah makanan utama.

Kawasan seperti ini lebih menarik jika tidak terburu-buru. Pesona utamanya justru muncul dari aktivitas sederhana: memilih makanan, duduk, berbincang, dan membiarkan suasana pesisir berjalan dengan sendirinya.

3. Tugu MTQ Square

Tugu MTQ Square dapat menjadi alternatif jika rute malam diarahkan ke pusat kota. Area ini dikenal sebagai landmark Kota Kendari dan memiliki pelataran luas yang digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Menjelang malam, kawasan sekitar tugu dipenuhi pedagang makanan dan wahana permainan anak.

Karena itu, tempat ini relatif cocok untuk perjalanan keluarga yang ingin menggabungkan kuliner dan aktivitas ringan.

4. Kawasan kuliner pesisir Teluk Kendari

Bagi pencinta makanan laut, kawasan pesisir menawarkan pengalaman yang berbeda dari restoran modern.

Pilihan ikan segar, olahan seafood, serta makanan khas Sulawesi Tenggara dapat menjadi bagian utama perjalanan.

Salah satu menu yang patut dicari adalah sinonggi, makanan berbahan sagu yang memiliki cara makan khas dan biasanya dipadukan dengan lauk serta kuah.

Selain itu, kabuto juga menarik untuk dicoba sebagai makanan tradisional berbahan dasar ubi kayu yang dikeringkan dan kemudian dikukus bersama kelapa parut.

Rute malam Kendari yang praktis dalam satu hari

Rute yang baik tidak perlu terlalu panjang. Yang terpenting adalah menyusun urutan berdasarkan waktu matahari terbenam, jam operasional, dan jarak antarlokasi.

Rute senja hingga malam

16.30: mulai dari Anjungan Teluk Kendari.

17.00–18.00: menikmati panorama teluk, berfoto, dan melihat Jembatan Teluk Kendari ketika cahaya mulai berubah.

18.00–19.30: mencari makan malam di sekitar anjungan atau bergerak menuju kawasan Kendari Beach.

19.30–20.30: mencoba street food seperti pisang epe atau sate pokea.

20.30–21.30: melanjutkan perjalanan ke Tugu MTQ Square.

Setelah 21.30: kembali ke penginapan atau memilih tempat makan yang masih buka.

Rute ini relatif realistis karena tidak memaksakan terlalu banyak destinasi dalam satu malam. Anjungan sendiri memiliki jam operasional sampai pukul 22.00 menurut informasi resmi kota.

Pilihan kuliner yang membuat malam Kendari lebih berkesan

Kuliner adalah salah satu alasan kuat untuk tidak sekadar berkeliling tanpa tujuan. Karakter makanan Kendari cukup dekat dengan bahan laut dan tradisi pangan Sulawesi Tenggara.

Makanan yang patut dicari

Sate pokea: pilihan bagi pencinta makanan dengan rasa gurih, manis, dan pedas.

Pisang epe: cocok untuk camilan setelah makan malam.

Ikan bakar: pilihan utama jika ingin menikmati hasil laut.

Palumara: kuah ikan dengan karakter asam dan pedas yang kuat.

Sinonggi: makanan berbahan sagu yang mencerminkan tradisi kuliner Sulawesi Tenggara.

Kabuto: kudapan tradisional yang berbahan ubi kayu kering dan kelapa.

Data kuliner resmi Kota Kendari juga menempatkan kawasan sekitar pelelangan ikan dan pesisir teluk sebagai lokasi yang menarik untuk mencari seafood segar.

Salah satu perkembangan terbaru di kawasan Anjungan adalah kehadiran rumah makan seafood yang memanfaatkan suasana tepi laut.

Media lokal melaporkan Ikan Bakar Massipa' di lokasi baru Anjungan buka setiap hari pukul 11.00–23.00 WITA, dengan pilihan area semi-tertutup dan outdoor menghadap laut.

Tips agar perjalanan malam lebih nyaman

Suasana malam memang lebih santai, tetapi perjalanan tetap membutuhkan sedikit persiapan.

Hal yang sebaiknya diperhatikan

Datang sebelum matahari tenggelam agar tidak kehilangan suasana sore.

Gunakan kendaraan dengan memperhatikan area parkir resmi, terutama di kawasan Bypass.

Siapkan uang tunai secukupnya untuk pedagang kaki lima.

Pilih tempat makan yang ramai dan tertata untuk memperoleh pilihan makanan yang lebih beragam.

Perhatikan jam operasional, karena jam buka setiap tempat dapat berbeda.

Jaga barang pribadi, khususnya ketika kawasan sedang ramai.

Sisakan waktu untuk berjalan kaki, sebab beberapa pengalaman terbaik justru muncul ketika menikmati suasana tanpa terburu-buru.

Informasi resmi Anjungan Teluk Kendari juga menyarankan penggunaan area parkir resmi agar tidak menimbulkan kemacetan di pinggir jalan bypass.

FAQ

Apakah Anjungan Teluk Kendari cocok untuk keluarga?

Ya. Kawasan ini memiliki area bermain anak, tempat duduk, toilet, area parkir, dan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk bersantai bersama keluarga.

Jam berapa waktu paling menarik datang ke Anjungan?

Sekitar pukul 16.30 menjadi pilihan yang baik karena masih mendapatkan suasana sore sekaligus dapat berlanjut hingga malam. Jam operasional yang tercantum pada portal resmi pariwisata adalah 15.00–22.00.

Apa makanan khas yang cocok dicari malam hari?

Sate pokea, pisang epe, ikan bakar, palumara, dan sinonggi termasuk pilihan yang menarik untuk mengeksplorasi cita rasa lokal.

Apakah wisata malam Kendari hanya berupa kuliner?

Tidak. Ruang publik tepi teluk, panorama Jembatan Teluk Kendari, fotografi malam, wahana keluarga, dan aktivitas berjalan santai menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Penutup

Malam di Kendari bukan sekadar jeda setelah aktivitas siang. Ada teluk yang perlahan memantulkan cahaya, aroma ikan bakar dari tepian kota, jajanan sederhana yang disantap tanpa tergesa, dan ruang publik yang terus hidup hingga malam.

Dengan rute yang tepat, wisata malam di kendari dapat menjadi perjalanan kecil yang meninggalkan kesan besar.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks