Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Mayjen TNI (Purn) Trenggono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Lalowaru di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Fasilitas itu melayani 2.700 penerima manfaat, terdiri dari 2.300 pelajar serta sekitar 400 balita, ibu menyusui, dan ibu hamil di Kecamatan Moramo Utara. Peresmian menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang angka kekurangan gizinya tinggi.
KONAWE SELATAN — SPPG Lalowaru dioperasikan 47 relawan dan menjadi fasilitas pertama di Kecamatan Moramo Utara. Trenggono menyebut kehadiran dapur layanan itu menjawab antusiasme warga yang selama ini menantikan program makan bergizi di daerah mereka.
"SPPG ini akan melayani 2.300 siswa atau pelajar dan sekitar 400 kelompok 3B, balita, ibu menyusui dan ibu hamil. Jadi total sekitar 2.700 orang," ucap Trenggono saat ditemui di Konawe Selatan, Jumat.
Menyasar Wilayah 3T dengan Prevalensi Stunting 20-30 Persen
Menurut Trenggono, peresmian SPPG Lalowaru merupakan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di wilayah 3T. BGN menyoroti kabupaten dan kota di timur Indonesia yang prevalensi kekurangan gizinya mencapai kisaran 20-30 persen, terutama pada balita dan anak-anak.
"Tentunya dengan beroperasinya SPPG ini tadi kami melihat antusias pelajar dan masyarakat yang memang menginginkan daerah ini juga ada MBG," ujarnya.
BGN akan terus memperluas cakupan makan bergizi dengan membangun fasilitas SPPG, khususnya di daerah yang aksesnya jauh dari perkotaan. Pembangunan di wilayah 3T didata secara khusus dengan melihat kondisi lingkungan untuk mempermudah jangkauan operasional pelayanan.
Bahan Baku Wajib Diambil dari Usaha Kecil Sekitar
Trenggono meminta operasional SPPG memanfaatkan usaha kecil di lingkungan sekitar, mulai dari daging, telur, hingga sayuran. Tujuannya agar layanan makan bergizi membawa dampak ekonomi bagi warga setempat.
"Relawan dan bahan bakunya mulai dari daging, telur, sayuran harus diambil di usaha kecil hasil pertanian atau peternakan di sekitar SPPG," ungkap Trenggono.
Ia berharap pemerintah daerah ikut mengawasi jalannya program MBG di Konawe Selatan. "Tentunya kami berharap kerja sama semua pihak dengan pemerintah daerah agar bisa bersama-sama mengawasi program MBG ini," jelasnya.