SULAWESI TENGGARA — Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mencatat peningkatan permintaan motor listrik di Bali seiring gangguan ketersediaan BBM di wilayah tersebut. Salah satu anggota asosiasi bahkan harus memberlakukan sistem inden sekitar sepekan karena stok terbatas dan harus didatangkan dari luar wilayah.
Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi mengonfirmasi bahwa gangguan pasokan bahan bakar minyak di Bali berimbas langsung pada pasar motor listrik. Peningkatan minat itu dilaporkan oleh sejumlah anggota asosiasi yang beroperasi di wilayah terdampak.
"Dari informasi yang kami terima, beberapa anggota AISMOLI memang mulai merasakan adanya peningkatan minat dan permintaan motor listrik khususnya di wilayah yang terdampak kelangkaan BBM seperti Bali," ujar Budi saat dihubungi, Kamis (15/10/2026).
Inden Sepekan akibat Stok Terbatas
Budi mengungkapkan satu brand anggota AISMOLI terpaksa menerapkan sistem inden selama sekitar sepekan. Penyebabnya, stok unit yang tersedia di dealer terbatas dan harus didatangkan dari luar Bali.
Produsen menyatakan tengah berupaya memenuhi permintaan yang meningkat tersebut. Meski demikian, AISMOLI belum merinci berapa persentase kenaikan permintaan yang tercatat.
Ketersediaan BBM Jadi Pemicu Utama
Gangguan pasokan BBM di Bali menjadi faktor utama yang mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik. Motor listrik dinilai menawarkan alternatif pengisian daya yang tidak bergantung pada SPBU.
Kondisi ini memberi peluang bagi produsen motor listrik untuk memperluas penetrasi pasar di daerah yang mengalami kelangkaan bahan bakar. Namun, kesiapan stok dan jaringan distribusi menjadi tantangan tersendiri.
Budi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai total peningkatan permintaan maupun langkah konkret produsen untuk mempercepat pasokan ke dealer di Bali.