KOLAKA — Bupati Kolaka Amri menyebut kehadiran maskapai berkapasitas kargo lebih besar itu menjadi magnet baru bagi ekosistem industri di daerahnya. Kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) yang masuk proyek strategis nasional (PSN) terus berkembang hingga luas sekitar 9 ribu hektare lebih untuk pembangunan smelter dan industri pendukung rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Mengapa Mobilitas Udara Jadi Kebutuhan Vital Kawasan Industri
Sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja kawasan industri berasal dari luar daerah. Kondisi itu membuat pergerakan tenaga ahli, investor, dan logistik tidak bisa sepenuhnya bergantung pada jalur darat dan laut.
"Kehadiran penerbangan Sriwijaya Air ini menjadi magnet baru bagi ekosistem industri. Aktivitas industri skala besar membutuhkan mobilisasi tenaga kerja ahli, investor, serta logistik yang cepat," kata Amri pada penerbangan perdana (inaugural flight) di Bandara Sangia Nibandera.
Waktu Tempuh Darat dan Laut Belasan Jam Dipangkas Jadi 40–50 Menit
Kepala Seksi Angkutan Udara Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, M Sholehuddin, menyatakan rute langsung Makassar–Kolaka memotong waktu tempuh yang sebelumnya belasan jam melalui darat dan laut. Kini perjalanan hanya sekitar 40 hingga 50 menit.
Pemangkasan waktu itu berlaku bagi investor, tenaga ahli, dan pelaku korporasi yang sebelumnya harus memutar melalui rute darat. Armada dengan kapasitas kargo lebih besar juga memungkinkan logistik domestik dikirim langsung dari Kolaka.
"Langkah ini mempermudah akses logistik dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, hingga Bombana," kata Sholehuddin.
Produk UMKM Lokal hingga Pariwisata Ikut Terbuka
Sholehuddin menambahkan pengiriman produk UMKM lokal ke luar daerah terbantu dengan adanya armada berkapasitas kargo lebih besar. Amri menilai rute itu sekaligus menjadi sarana mempromosikan potensi pariwisata Kolaka.
Potensi yang dimaksud mencakup perikanan, destinasi pantai, sungai terpendek di dunia dengan panjang sekitar 20 meter yang langsung bermuara ke laut, hingga desa wisata di Puncak Indah Kapuh yang memiliki wisata paralayang.
Jadwal Empat Kali Seminggu dan Rencana Penerbangan Harian
Sriwijaya Air saat ini melayani rute Makassar–Kolaka pulang-pergi empat kali dalam seminggu, yakni Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Sholehuddin berharap frekuensi itu bisa ditingkatkan menjadi setiap hari.
Pemkab Kolaka menyatakan dukungan terhadap pengembangan sarana pendukung bandara, termasuk rencana penyediaan fasilitas bunker bahan bakar minyak pesawat atau avtur bersama pihak terkait. Sholehuddin juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat agar tingkat keterisian penumpang tetap maksimal sehingga rute tersebut berkelanjutan dan memenuhi standar keselamatan penerbangan.