SULAWESI TENGGARA — Bali Tech Week 2026 digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, pada 19-23 Oktober 2026 dengan peserta dari lebih dari 35 negara. Ajang ini mempertemukan 80 startup terpilih dengan 100 investor dan menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis formal. Program HUB.ID Komdigi menjadi kanal utama startup lokal menjangkau modal dan jaringan global.
Penyelenggaraan Bali Tech Week (BTW) 2026 mencatat rata-rata 1.800 peserta memadati area konvensi setiap hari selama lima hari perhelatan. Sebanyak 27% di antaranya merupakan delegasi mancanegara, angka yang menunjukkan minat pemain internasional terhadap ekosistem digital Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjalankan program unggulan HUB.ID dalam rangkaian acara ini. Program tersebut mempertemukan pendiri startup lokal dengan pengambil keputusan dari perusahaan besar dan pemodal ventura, bukan sekadar memamerkan produk di atas panggung.
HUB.ID Jadi Kanal Utama Startup Lokal
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menyatakan forum ini dirancang menjembatani kesenjangan komunikasi antara inovator dan pemodal. Menurutnya, pertemuan lintas sektor memungkinkan penemuan mitra dan pemecahan masalah secara langsung.
"Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata," ujar Edwin saat membuka acara pada Senin (19/10/2026).
Lebih dari 900 pertemuan bisnis formal dijadwalkan selama BTW 2026. Jumlah itu belum termasuk pertemuan informal yang terjadi di sela diskusi panel dan sesi jejaring sosial.
13 Agenda Teknologi dan 200 Pembicara
Selama lima hari, BTW 2026 membedah 13 agenda teknologi yang mencerminkan tren pasar global. Topik yang diangkat mencakup kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, industri gim, aset digital, hingga harmonisasi kebijakan digital.
Rangkaian acara melibatkan lebih dari 200 pembicara ahli. Diskusi yang berlangsung menyentuh aspek implementasi dan skalabilitas bisnis, bukan hanya pembahasan teoretis.
Agenda AI menyoroti integrasi teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi operasional startup. Sementara sesi keamanan siber membahas perlindungan data konsumen di tengah ancaman serangan digital yang makin canggih.
Kolaborasi Multipihak sebagai Prasyarat
Edwin menekankan pengembangan ekosistem digital yang sehat membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas. Kombinasi inovator, riset akademisi, dan visi jangka panjang investor dinilai dapat mengubah gagasan mentah menjadi proyek nyata.
Keterlibatan pemerintah melalui kebijakan digital yang adaptif menjadi payung bagi pelaku usaha untuk berinovasi. BTW 2026 memindahkan pembahasan kebijakan dari ruang kerja yang kaku ke dialog terbuka dengan praktisi lapangan.
Kehadiran investor internasional dari puluhan negara membuka peluang ekspansi bagi startup Indonesia. Edwin mengingatkan peluang itu tetap bergantung pada kemampuan pendiri startup menawarkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar global.
Pemerintah melalui Komdigi memposisikan BTW sebagai titik temu tahunan antara ekosistem digital tanah air dan pemain internasional. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, forum ini berfungsi sebagai jalur uji pasar sekaligus ruang negosiasi pendanaan lintas negara.