Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka pendaftaran sekolah kedinasan 2026 dengan total 891 formasi. Pendaftaran untuk calon taruna dan taruni ini berlangsung hingga 30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN. Seleksi terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang memenuhi syarat usia dan ketentuan fisik.
Kesempatan berkuliah sambil mempersiapkan karier di sektor transportasi terbuka lebar. Kemenhub kembali menggelar seleksi penerimaan taruna dan taruni untuk tahun ajaran 2026, dengan kuota yang tersebar di dua jalur pendaftaran.
Bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang berminat, ada beberapa hal penting yang perlu disiapkan sebelum masa pendaftaran ditutup.
Seleksi tahun ini membuka 891 formasi yang terbagi dalam dua kategori. Pertama, jalur Pola Pembibitan Kemenhub. Kedua, jalur Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda).
Calon peserta wajib memiliki akun di portal SSCASN BKN sebelum mengisi formulir pendaftaran. Proses pembuatan akun ini sebaiknya dilakukan lebih awal untuk menghindari kendala teknis di hari-hari terakhir.
Ada sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi. Calon peserta harus Warga Negara Indonesia (WNI) dan belum pernah menikah. Usia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun per 1 September 2026.
Ketentuan fisik juga menjadi perhatian, khususnya bagi pelamar laki-laki. Calon taruna tidak diperbolehkan memiliki tato atau bekas tato, serta tidak bertindik di bagian tubuh mana pun. Pengecualian diberikan untuk tindik akibat ketentuan agama atau adat, dengan syarat melampirkan surat keterangan dari pemuka agama atau adat saat tes kesehatan.
Selain itu, ada ketentuan khusus bagi peserta formasi Orang Asli Papua (OAP). Setiap program studi di sekolah kedinasan juga dapat memiliki persyaratan tambahan, sehingga membaca informasi resmi secara menyeluruh sangat disarankan.
Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran dan verifikasi administrasi. Peserta yang dinyatakan lolos administrasi berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Materi SKD sekolah kedinasan 2026 terdiri dari tiga komponen utama:
Peserta yang memenuhi ambang batas nilai SKD akan melanjutkan ke tahapan seleksi lanjutan sesuai ketentuan Kemenhub dan sekolah yang dipilih.
Waktu pendaftaran relatif singkat, sehingga penting untuk mencatat tanggal-tanggal kunci berikut:
Jadwal tahapan setelah SKD akan diumumkan kemudian melalui kanal resmi.
Pendaftaran dilakukan secara online. Berikut langkah-langkahnya:
Mengingat masa pendaftaran yang terbatas, calon peserta disarankan segera menyiapkan dokumen dan mempelajari ketentuan tiap program studi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui portal SSCASN BKN dan website resmi Kemenhub.