Data Desa Presisi Jadi Modal Transformasi Desa Ciangsana, IPB dan Akademisi Tiongkok Beri Kuliah Umum

Penulis: Naufal Aditama  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:41:31 WIB
Data Desa Presisi menjadi fokus kuliah umum bersama IPB University dan China Agricultural University di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor.

BOGOR — Desa Ciangsana disebut memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi pembangunan dengan memanfaatkan Data Desa Presisi (DDP). Data yang akurat ini dinilai menjadi fondasi penting agar perencanaan pembangunan tidak lagi berdasarkan asumsi, melainkan kondisi riil warga.

Hal tersebut mengemuka dalam Public Lecture di Desa Ciangsana, Rabu (26/8/2026). Acara bertajuk "Pembelajaran Pembangunan Perdesaan Tiongkok untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Ciangsana" itu menghadirkan Prof. Tang Lixia dari China Agricultural University dan Prof. Sofyan Sjaf dari IPB University.

Adaptasi Model Tiongkok, Bukan Menyalin Mentah-mentah

Prof. Sofyan Sjaf menegaskan bahwa pengalaman pembangunan perdesaan di Tiongkok memang bisa menjadi bahan pembelajaran. Namun, setiap inovasi dari luar harus melalui proses adaptasi dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

"Belajar dari pengalaman negara lain bukan berarti menyalin model pembangunan mereka," ujar Prof. Sofyan dalam keterangannya.

Menurutnya, adaptasi pembangunan akan berjalan lebih kuat apabila desa memiliki basis data yang akurat. Desa Ciangsana dinilai sudah selangkah lebih maju karena telah memiliki Data Desa Presisi melalui kerja sama dengan IPB University.

Apa Saja Isi Data Desa Presisi Ciangsana?

Data Desa Presisi menyediakan informasi yang sangat lengkap dan terperinci. Cakupannya meliputi data sosial, spasial, potensi ekonomi, kelompok masyarakat, hingga kebutuhan pembangunan desa.

"Pembangunan desa tidak boleh dimulai hanya dari asumsi. Desa harus mengetahui kondisi warganya," tegas Prof. Sofyan.

Data tersebut dibangun menggunakan metode sensus, teknologi digital, data spasial, dan partisipasi aktif masyarakat. Ia menekankan bahwa data mentah harus dikembangkan menjadi pengetahuan dan diterjemahkan dalam perencanaan pembangunan yang konkret.

Peran Kampus dan Kolaborasi Global

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan persoalan desa. Kolaborasi antara pengetahuan akademik, pengetahuan lokal, dan data presisi disebut mampu membuka peluang transformasi yang lebih besar.

"Ketika pengetahuan akademik bertemu pengetahuan lokal dan data presisi, peluang transformasi desa semakin besar," jelasnya.

Pengalaman China Agricultural University diharapkan dapat memperkaya pembelajaran pembangunan Desa Ciangsana. Cakupan pembelajaran tersebut meliputi pengembangan ekonomi lokal, teknologi, infrastruktur, kelembagaan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi wilayah.

Ukuran Keberhasilan Bukan Sekadar Infrastruktur Fisik

Prof. Sofyan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur fisik semata. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah peningkatan kesejahteraan, kesempatan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan kapasitas masyarakat.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar membangun desa yang terlihat maju secara fisik," katanya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah desa, masyarakat, IPB University, dan China Agricultural University. DDP diharapkan dapat digunakan untuk menentukan sektor prioritas, kelompok sasaran, potensi ekonomi, serta inovasi pembangunan di Desa Ciangsana ke depan.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: kendarikini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top