SULAWESI TENGGARA — Empat dekade bukan waktu singkat untuk dua orang yang pertama bertemu di sekolah. Dhani dan Andra awalnya bukan teman sekelas. Keduanya baru satu kelas setahun setelah pertama kali saling mengenal.
Dhani mengungkap pertemuan pertama mereka terjadi saat keduanya masih duduk di kelas 1 SMP Negeri 6 Surabaya. Kala itu Andra di kelas 1J, sementara Dhani di kelas 1F.
"Dulu itu Andra kelas 1J, saya 1F. Lalu di kelas 2, tahun 1986, kami sekelas di kelas baru membentuk satu grup musik," ujar Ahmad Dhani saat ditemui di Javarock Kemang, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Kesan pertama Andra terhadap Dhani ternyata jauh dari kesan akrab. Ia mengaku sempat bertanya-tanya siapa sosok yang dilihatnya di sekolah.
"Dulu ya pas saya melihat Dhani lihat ini tuh anak siapa ya? Kok tengil banget. Jalannya petantang petenteng," katanya.
Kesan tengil itu perlahan luntur setelah keduanya berada di kelas yang sama dan mengikuti ekstrakurikuler musik. Dari kegiatan sekolah itulah Dhani mengajak Andra bermusik bersama.
Dhani menyebut ajakan itu menjadi titik awal terbentuknya Dewa 19. Awalnya hanya tugas kerja kelompok di ekstrakurikuler musik, lalu berkembang menjadi grup yang bertahan puluhan tahun.
"Jadi yang awalnya ngajakin buat bermusik bareng saya. Waktu itu awalnya ada ekstrakurikuler musik, terus harus bikin kerja kelompok. Dari situlah tercetus nama Dewa 19," jelasnya.
Perjalanan Dewa 19 di industri musik Indonesia tidak lepas dari karakter Dhani yang dikenal kuat dan kerap memicu kontroversi. Andra punya cara sendiri untuk menjaga hubungan tetap berjalan.
Menurut Andra, penilaian orang terhadap Dhani sering kali hanya berdasarkan kesan luar. Ia menilai sosok asli Dhani berbeda begitu orang mengenalnya lebih dekat.
"Sama Dhani itu kalau kalian gak kenal ya kelihatannya aja dia tengil, kalau udah kenal ya engga. Tips bertahan sama dia, gak usah diikuti atau diladenin kalau dia lagi rame," pungkasnya.
Showcase di Kemang menjadi penanda bahwa persahabatan yang dimulai dari kelas sekolah pada 1986 masih bertahan hingga kini, sekaligus menegaskan posisi Dewa 19 sebagai salah satu fondasi musik pop-rock Indonesia.