KONAWE — Upaya pencarian Nasarudin, warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Anggoro, Kecamatan Abuki/Wonggeduku, terus berlanjut hingga Rabu malam. Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bersama Polres Konawe mengerahkan lima ekor anjing pelacak K9 guna memperluas metode pencarian.
Kapolsek Abuki, IPDA Yana Irwana, menyatakan pengerahan K9 menjadi salah satu strategi kepolisian untuk menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
"Polda Sultra bersama Polres Konawe menurunkan lima ekor anjing pelacak untuk membantu pencarian korban," kata Yana.
Selain penyisiran langsung di kawasan hutan yang diduga menjadi lokasi terakhir korban berada, tim gabungan mendapat dukungan peralatan pencarian berupa drone thermal. Alat itu digunakan untuk memantau wilayah hutan yang sulit dijangkau secara manual.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur sejak hari kedua, di antaranya Tim SAR gabungan, BPBD Konawe, personel Polres Konawe dan Polsek Abuki, Polda Sultra, TNI, pemerintah desa, masyarakat, serta relawan.
Nasarudin dilaporkan belum kembali setelah masuk ke kawasan hutan Desa Anggoro. Hingga Rabu malam, tim gabungan terus melakukan koordinasi dan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Wilayah Kecamatan Abuki dan Wonggeduku dikenal memiliki kawasan hutan yang cukup luas dengan medan berbukit. Kondisi itu membuat pencarian membutuhkan waktu lebih lama, terutama saat malam tiba.
Kapolsek Abuki mengimbau masyarakat untuk terus mendukung proses pencarian dan bersama-sama mendoakan agar Nasarudin segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mendoakan agar korban segera ditemukan," ujarnya.
Tim gabungan belum merinci jadwal operasi lanjutan. Penyisiran dipastikan berlanjut selama korban belum ditemukan.