SULAWESI TENGGARA — Timnas Hockey Field Putra Indonesia bertolak ke Jepang pada Rabu, 16 September 2026, menyusul tim putri yang berangkat sehari sebelumnya. Kedua skuad difasilitasi NOC Indonesia dan Chef de Mission Kontingen untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tim putra tergabung di Pool A bersama India, Jepang, Korea Selatan, Bangladesh, dan Sri Lanka.
Timnas Hockey Field Putri Indonesia sudah berangkat pada Selasa, 15 September 2026, sehari sebelum tim putra menyusul. Di sektor putri, Indonesia tergabung di Pool B bersama India, Jepang, Thailand, Singapura, dan Uzbekistan.
Laga perdana Timnas Putri akan berlangsung pada 18 September 2026 menghadapi tuan rumah Jepang. Sementara Timnas Putra akan mengawali perjuangan pada 19 September 2026 menghadapi India.
Di sektor putra, Indonesia berada di Pool A bersama India, Jepang, Korea Selatan, Bangladesh, dan Sri Lanka. India dan Jepang menjadi dua lawan dengan peringkat tertinggi di grup tersebut.
Kualitas lawan di Pool A menuntut persiapan matang dari skuad asuhan tim pelatih. Setiap poin di fase grup akan menentukan peluang Indonesia melaju ke babak berikutnya.
Hengky Silatang selaku Komite Eksekutif NOC Indonesia berpesan agar atlet menjaga kesehatan dan memberikan penampilan terbaik. Ia berharap prestasi Timnas Hockey Field dapat melampaui capaian pada Asian Games Hangzhou 2022.
"Saya berharap prestasi Timnas Hockey Field dapat melampaui capaian pada Asian Games Hangzhou 2022," ujar Hengky.
Ketua Umum PP Federasi Hockey Indonesia Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono meminta pemain tidak berkecil hati menghadapi lawan. Ia menegaskan agar tim tidak melihat peringkat dan nama besar lawan serta tetap semangat meraih hasil terbaik.
"Jangan melihat peringkat dan nama besar lawan. Tetap semangat meraih hasil terbaik," tegas Budi.
Sekjen PP FHI Yasser Arafat Suaidy menyampaikan terima kasih kepada Kemenpora atas dukungan persiapan menuju Asian Games 2026. Ia juga mengapresiasi NOC Indonesia dan CdM Todotua Pasaribu yang telah memfasilitasi keberangkatan tim putra dan putri.
Dukungan tersebut mencakup fasilitas keberangkatan hingga persiapan menjelang pertandingan perdana. Dengan proses keberangkatan yang lancar, kedua tim diharapkan bisa fokus penuh menghadapi jadwal padat di fase grup.