Guru SRMP 25 Kendari Ajarkan Ulang Matematika SD ke Siswa SMP, Perkalian 1-5 Saja Dulu Sulit

Penulis: Lendra Saputra  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:31:00 WIB
Guru SRMP 25 Kendari mengajarkan ulang materi perkalian dasar kepada siswa SMP.

KENDARI — Sebanyak satu angkatan siswa kelas 1 SRMP 25 Kendari kini mulai mempelajari materi Aljabar setelah melalui proses adaptasi belajar yang panjang. Guru pengampu mata pelajaran matematika, Risnanoviani, menuturkan bahwa pada awal semester, sebagian besar siswanya bahkan kesulitan mengerjakan perkalian angka satu hingga lima.

"Sejauh ini saya lihat progresnya cukup meningkat, sebelumnya untuk perkalian satu sampai lima saja susah," kata wanita yang akrab disapa Novi itu kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (26/5/2026).

Mengapa Guru Harus Kembali ke Materi SD?

Novi menjelaskan bahwa latar belakang pendidikan para siswa di SRMP 25 Kendari sangat bervariasi. Kondisi ini memaksanya untuk mengulang materi dasar matematika setingkat sekolah dasar sebelum masuk ke kurikulum SMP.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini memang dirancang untuk menjangkau anak-anak dari berbagai latar belakang. Alhasil, tenaga pendidik harus ekstra sabar dalam menyusun strategi pembelajaran.

Progres Setelah 10 Bulan Pendampingan

Berkat kesabaran dan pendampingan intensif selama kurang lebih sepuluh bulan, kemampuan berhitung para siswa mulai berkembang. Novi mengaku senang melihat perubahan yang ditunjukkan anak didiknya.

"Alhamdulillah mungkin dengan motivasi dari teman-temannya juga jadi mereka ada keinginan untuk mengejar ketertinggalan mereka," jelas Novi.

Memasuki semester genap, siswa kelas 1 SRMP 25 Kendari mulai diperkenalkan dengan materi Aljabar. Pembelajaran ini telah berlangsung dalam tiga kali pertemuan dengan tahapan bertahap.

Tahapan Belajar Aljabar di Kelas

Pada pertemuan pertama, Novi memperkenalkan unsur dan sifat-sifat Aljabar kepada para siswa. Selanjutnya, mereka mulai dikenalkan dengan dasar-dasar perhitungan Aljabar.

Sementara pada pertemuan terbaru, siswa mempelajari penjumlahan dan pengurangan Aljabar. Meski begitu, Novi mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pembelajaran ke depan.

Apa Kendala Utama yang Masih Dihadapi Guru?

Meskipun progres sudah terlihat, kesenjangan pemahaman antar siswa masih menjadi pekerjaan rumah. Tidak semua siswa bisa menyerap materi dengan kecepatan yang sama, sehingga pendampingan individual tetap diperlukan.

Novi berharap dengan terus memberikan motivasi dan menciptakan suasana belajar yang kompetitif namun sehat, para siswa bisa mengejar ketertinggalan mereka secara bertahap. Sekolah Rakyat seperti SRMP 25 Kendari menjadi bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, keterbatasan latar belakang pendidikan bukanlah halangan untuk maju.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: sultra.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top