SULAWESI TENGGARA — FIFA resmi mengumumkan jadwal lengkap Piala Dunia 2026 yang akan menjadi turnamen paling ambisius sepanjang masa. Untuk pertama kalinya, 48 tim nasional akan bersaing di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Total 104 pertandingan akan dimainkan dalam 39 hari, meningkat drastis dari 64 laga di edisi 2022.
Perubahan format menjadi sorotan utama. Sebanyak 48 tim dibagi ke dalam 12 grup dengan masing-masing empat negara. Dua tim teratas dari setiap grup otomatis melaju ke babak 32 besar, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik. Ini adalah pertama kalinya babak gugur Piala Dunia dimulai dari 32 tim, bukan 16 seperti sebelumnya.
Keputusan ini diambil FIFA untuk memberi peluang lebih besar bagi negara-negara dari konfederasi kecil. Semua enam konfederasi — AFC, CAF, CONCACAF, CONMEBOL, OFC, dan UEFA — mendapat jatah tempat otomatis di putaran final.
Laga pembuka pada 11 Juni 2026 mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Grup A, berlangsung di Mexico City. Pertandingan final yang dinanti akan digelar di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli 2026. Dua laga fase grup awal lainnya yang sudah dijadwalkan adalah Kanada vs Bosnia & Herzegovina pada 13 Juni dan Qatar vs Swiss pada 14 Juni.
Sebanyak 16 stadion di tiga negara menjadi tuan rumah. Amerika Serikat mendominasi dengan 11 kota tuan rumah, termasuk Los Angeles, Dallas, Atlanta, dan Miami. Meksiko menyumbang tiga kota — Mexico City, Guadalajara, Monterrey — sementara Kanada mengandalkan Vancouver dan Toronto.
Seluruh jadwal pertandingan fase grup hingga final sudah dapat diakses melalui situs resmi FIFA. Pihak penyelenggara memprediksi lonjakan permintaan tiket karena jumlah pertandingan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bagi penggemar yang ingin merencanakan perjalanan, setiap kota tuan rumah menawarkan pengalaman unik, dari atmosfer sepak bola Meksiko hingga infrastruktur modern stadion-stadion di AS dan Kanada.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara secara bersamaan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat basis sepak bola di Amerika Utara pasca-turnamen, sekaligus menjadi panggung bagi 48 tim nasional untuk menulis sejarah baru.