KENDARI — Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani membagikan ribuan bibit tanaman produktif kepada warga di Kelurahan Wua-wua dan Kambu, Kota Kendari, serta di Kabupaten Konawe Selatan pada akhir Juli 2026. Bibit yang disalurkan terdiri dari durian unggul, alpukat, dan pala yang bernilai ekonomi tinggi.
Ratusan Warga Terima Bibit Gratis - Fokus pada Hasil Hutan Bukan Kayu
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan warga, kelompok tani hutan, serta jajaran pemerintah daerah setempat. Selain edukasi rehabilitasi lahan kritis dan konservasi tanah-air, warga menerima bibit produktif secara cuma-cuma. Program ini menekankan pada pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebagai sumber pendapatan keluarga.
Jaelani: RHL Bukan Seremonial, Tapi Investasi Ekologi dan Ekonomi
"Hutan dan DAS kita adalah benteng kehidupan anak cucu di masa depan. Melalui RHL ini, kita tidak hanya fokus memulihkan ekosistem lahan kritis, tetapi juga ingin memastikan ekonomi masyarakat terangkat melalui Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)," ujar anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB itu. Ia menambahkan bahwa pemilihan bibit produktif seperti durian unggul, alpukat, dan pala difokuskan agar kelak menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga petani.
Mengapa Kendari dan Konawe Selatan Jadi Sasaran?
Menurut Jaelani, kawasan Konsel dan Kendari memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan Daerah Aliran Sungai. Tingginya aktivitas alih fungsi lahan dan ancaman kerusakan lingkungan menuntut sinergi nyata antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Melalui program ini, penerima bantuan diajak menanam, merawat, dan mengelola tanaman produktif hingga masa panen.
Bagian dari Fungsi Pengawasan DPR di Sulawesi Tenggara
Kegiatan di Konsel dan Kendari menjadi rangkaian fungsi pengawasan Jaelani di kawasan Sulawesi Tenggara. Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup, ia berkomitmen mengawal kebijakan dan program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan petani serta menjaga kelestarian alam Sultra.