SULAWESI TENGGARA — PT TVS Motor Indonesia secara resmi membeberkan strategi penetrasi pasar pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/2). Pabrikan yang sudah lama bermain di segmen motor sport dan skuter premium ini kini membidik konsumen yang lebih luas. Langkah ini sekaligus menjawab persepsi harga mahal yang selama ini melekat pada produk mereka.
TVS tidak akan bermain di segmen murah. Sebaliknya, mereka mengandalkan diferensiasi fitur dan teknologi yang tidak dimiliki kompetitor di kelas harga yang sama. Salah satu andalannya adalah sistem SmartXonnect yang memungkinkan konektivitas ponsel, navigasi, dan notifikasi panggilan langsung di layar instrumen.
“Kami tidak ingin menjadi pemain nomor dua. Kami masuk dengan produk yang memiliki keunggulan fitur, dari segi mesin hingga kenyamanan,” ujar President Director TVS Motor Indonesia, R. Dinesh, dalam pernyataannya.
TVS dipastikan akan membawa lini produk yang sudah terbukti di pasar global, termasuk skuter matik dan motor sport 160cc. Beberapa model seperti TVS Ntorq 125 dan TVS Apache RTR 160 disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk dipasarkan secara massal. Keduanya sudah memiliki basis penggemar di komunitas otomotif tanah air.
Belum ada kepastian harga untuk masing-masing model. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa banderol akan dipatok di bawah Rp 25 juta untuk skuter dan Rp 30 juta untuk motor sport, bersaing langsung dengan Honda Vario 160 dan Yamaha Aerox 155.
TVS sadar bahwa kehadiran produk saja tidak cukup. Untuk itu, mereka memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi ke kota-kota tier dua dan tiga. Saat ini, TVS mengklaim memiliki lebih dari 120 titik layanan di seluruh Indonesia.
“Ketersediaan suku cadang dan kualitas servis menjadi prioritas. Kami tidak ingin pelanggan kesulitan saat membutuhkan perbaikan,” tambah R. Dinesh.
Pasar motor Indonesia memang didominasi Honda dan Yamaha yang menguasai lebih dari 90% pangsa pasar. Namun, celah terbuka lebar di segmen konsumen muda yang menginginkan fitur modern dengan harga terjangkau. TVS juga mengincar pengguna yang bosan dengan desain dan fitur standar produk Jepang-China saat ini.
“Kami melihat ada ruang untuk merek yang menawarkan lebih banyak fitur cerdas tanpa mengorbankan harga. Itulah celah yang kami isi,” jelas Direktur Pemasaran TVS Motor Indonesia, Andrianto.
TVS menargetkan penjualan 10.000 unit per bulan pada akhir 2026. Angka ini memang masih jauh dari penjualan Honda yang bisa mencapai 500.000 unit per bulan, namun cukup untuk membangun fondasi merek yang kuat di Indonesia.