Ancaman Akumulasi Kartu Membayangi Lima Pilar Maroko Jelang Duel Hidup-Mati Kontra Prancis

Penulis: Panji Pratama  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 00:52:01 WIB
Lima pemain Maroko menghadapi risiko akumulasi kartu kuning jelang perempat final kontra Prancis.

SULAWESI TENGGARA — Maroko akan menjamu Prancis di perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7) dini hari WIB. Tekad menembus semifinal untuk kedua kalinya dalam sejarah harus dibayar mahal dengan kekhawatiran di lini belakang dan tengah.

Aturan FIFA menyatakan catatan kartu kuning pemain baru "diputihkan" setelah babak perempat final usai. Artinya, jika pemain yang sudah mengantongi satu kartu kuning kembali mendapat kartu saat melawan Prancis, ia otomatis absen di semifinal.

Empat Kartu Kuning dari Laga Kontra Kanada

Laga fase grup melawan Kanada menjadi mimpi buruk bagi staf pelatih Maroko. Empat pemain sekaligus mendapat kartu kuning dalam pertandingan tersebut: Bilal El Khannouss, Redouane Halhal, Azzedine Ounahi, dan Achraf Hakimi.

Satu pemain lain yang juga dalam bahaya adalah Issa Diop. Bek tengah pencetak gol ke gawang Belanda itu turut mengoleksi kartu kuning. Total lima pemain kini berjalan di tepi jurang.

Dilema Pelatih: Bermain 100 Persen atau Menahan Diri

Dilema ini membatasi ruang gerak para pemain. Dalam duel melawan Prancis yang dikenal agresif, Hakimi dan Ounahi harus tampil ngotot sejak menit pertama. Namun, jika bermain terlalu keras, risiko kartu kuning kedua mengancam.

Maroko sejatinya punya catatan manis di Piala Dunia 2022 saat menembus semifinal. Sayang, langkah mereka dihentikan oleh tim yang sama: Prancis. Kini, sejarah seperti berulang—Prancis kembali menjadi batu sandungan di perempat final.

Laga ini digelar pada Jumat (10/7) dini hari WIB. Apakah Maroko berani bermain all-out meski berisiko kehilangan pemain kunci di semifinal? Atau justru bermain aman dan berharap keberuntungan?

Reporter: Panji Pratama
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top