Pencarian

BRI, Mandiri, BNI, dan BCA Kucurkan KUR Juli 2026 dengan Bunga 6 Persen, Target Pemerintah Rp 308 Triliun

Rabu, 08 Juli 2026 • 14:32:31 WIB
BRI, Mandiri, BNI, dan BCA Kucurkan KUR Juli 2026 dengan Bunga 6 Persen, Target Pemerintah Rp 308 Triliun
BRI menyalurkan KUR dengan bunga 6 persen efektif dan plafon hingga Rp 500 juta per Juli 2026.

SULAWESI TENGGARA — Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi penyalur KUR terbesar dengan suku bunga 6 persen efektif per tahun untuk produk KUR Mikro dan Kecil. Khusus untuk KUR Super Mikro dengan plafon maksimal Rp 10 juta, bunganya lebih rendah, hanya 3 persen efektif per tahun.

BRI menyediakan tiga segmen pinjaman: Super Mikro (hingga Rp 10 juta), Mikro (Rp 10 juta–Rp 100 juta), dan Kecil (Rp 50 juta–Rp 500 juta). Simulasi cicilan menunjukkan, pinjaman Rp 50 juta tenor 60 bulan hanya sekitar Rp 990.060 per bulan. Sementara pinjaman Rp 10 juta tenor 36 bulan, cicilannya Rp 308.771 per bulan.

Persyaratan utama: WNI minimal 17 tahun atau sudah menikah, usaha produktif berjalan minimal enam bulan, dan tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain. Pengajuan bisa dilakukan di kantor cabang atau daring melalui kur.bri.co.id.

Mandiri Salurkan Rp 17,77 Triliun, Pertanian Dominasi

Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp 17,77 triliun kepada 135.829 pelaku usaha hingga 31 Mei 2026. Angka itu setara 43,34 persen dari target tahunan perseroan, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 1 persen.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menyatakan penyaluran ini bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan UMKM. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar, mencapai Rp 5,82 triliun atau 32,77 persen dari total penyaluran.

Suku bunga KUR Mandiri juga 6 persen efektif per tahun, dengan plafon maksimal Rp 500 juta untuk KUR Kecil. Syaratnya meliputi e-KTP, Kartu Keluarga, NIB atau SKU Mikro/Kecil, serta NPWP untuk pinjaman di atas Rp 50 juta.

BNI Tawarkan Tenor Fleksibel hingga 60 Bulan

Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan suku bunga KUR 6 persen efektif per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan. Tenor pinjaman bisa dipilih hingga 60 bulan, memberi kelonggaran bagi UMKM menyesuaikan angsuran dengan arus kas usaha.

Plafon KUR BNI bervariasi dari Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. Pinjaman bisa digunakan untuk modal kerja atau investasi produktif seperti penambahan stok, pembelian peralatan, atau ekspansi bisnis. Simulasi cicilan untuk pinjaman Rp 50 juta tenor 60 bulan sekitar Rp 966.640 per bulan, sedangkan Rp 25 juta tenor 36 bulan sekitar Rp 760.548 per bulan.

Syarat pengajuan: WNI, usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan usaha berjalan minimal enam bulan.

BCA: Bunga 6–9 Persen, Bebas Biaya Provisi

Bank Central Asia (BCA) ikut bersaing dengan suku bunga KUR mulai 6 persen hingga 9 persen efektif per tahun. Keunggulan utama produk KUR BCA adalah bebas biaya provisi dan administrasi, yang biasanya memberatkan debitur di awal.

Suku bunga bersifat bertingkat, bisa menyesuaikan dengan riwayat pinjaman debitur. Meski bunganya sedikit lebih tinggi dari bank BUMN, penghapusan biaya tambahan membuat total beban pinjaman tetap kompetitif bagi UMKM.

Dengan suku bunga ringan dan proses pengajuan yang kian mudah—daring maupun luring—KUR diharapkan terus menjadi tulang punggung pembiayaan UMKM nasional. Target Rp 308,41 triliun di 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dan perbankan menggerakkan sektor riil dari akar rumput.

Bagikan
Sumber: portalmadura.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks