BI Sultra Libatkan 24 Peserta dalam QRIS Jelajah Kuliner Nusantara, Targetkan 3 Kota di Sultra

Penulis: Naufal Aditama  •  Senin, 27 Juli 2026 | 20:28:01 WIB
peserta dari 227 pendaftar resmi menjalankan misi edukasi digitalisasi pembayaran di tiga wilayah Sulawesi Tenggara melalui program QRIS Jelajah Kuliner Nusantara.

KENDARI — Sebanyak 24 peserta dari 227 pendaftar resmi menjalankan misi edukasi digitalisasi pembayaran di tiga wilayah Sulawesi Tenggara. Mereka tergabung dalam delapan tim yang masing-masing didampingi satu fasilitator.

Edukasi Tujuh Fitur QRIS hingga Perlindungan Konsumen

Selama kegiatan, para peserta tidak hanya mengedukasi masyarakat soal penggunaan tujuh fitur QRIS. Mereka juga menyosialisasikan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, perlindungan konsumen, hingga tata cara bertransaksi di transportasi daring.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menyebut pendekatan langsung ke masyarakat menjadi kunci utama program ini.

"Melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, kami berharap penggunaan QRIS semakin menjadi kebiasaan dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari berbelanja di UMKM hingga bertransaksi di kawasan wisata," kata Edwin.

Mengapa Kuliner Jadi Pintu Masuk Digitalisasi?

BI Sultra mengusung tema "Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS" untuk mengaitkan digitalisasi dengan sektor riil yang dekat dengan keseharian warga. Menurut Edwin, sinergi antara sistem pembayaran digital dan pengembangan UMKM, pariwisata, serta ekonomi kreatif menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Digitalisasi sistem pembayaran tidak hanya bertujuan memperluas penggunaan QRIS, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat UMKM, mendukung sektor pariwisata, dan membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif di Sulawesi Tenggara," ujarnya.

Target: Transaksi Nontunai Jadi Kebiasaan di Pasar dan Wisata

Program ini dirancang untuk mendorong pelaku UMKM di tiga kota beralih dari transaksi tunai ke nontunai. BI menilai kebiasaan bertransaksi menggunakan QRIS di kawasan wisata dan pusat kuliner dapat memperkuat daya saing pelaku usaha kecil.

Dari 227 orang yang mendaftar, BI hanya memilih 24 peserta untuk menjalankan misi edukasi secara langsung. Mereka bertugas mempromosikan produk kuliner dan UMKM lokal sambil mengajarkan penggunaan QRIS kepada pedagang dan pengunjung.

Bank Indonesia menargetkan program serupa dapat diperluas ke lebih banyak kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: sultrakini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top