KENDARI — Angka tersebut mengungguli 16 kabupaten dan kota lain di Sultra. Dari total penduduk pindah masuk ke Kendari, 6.406 orang di antaranya adalah laki-laki dan 6.266 lainnya perempuan.
Di posisi kedua, Kabupaten Kolaka mencatat 12.471 jiwa penduduk pindah masuk. Disusul Kabupaten Konawe Selatan dengan 6.236 jiwa, Kabupaten Konawe 5.239 jiwa, dan Kota Baubau 3.804 jiwa.
Mengapa Kendari Menjadi Magnet Pindah Penduduk?
Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Dukcapil Sultra, Muhammad Idris, menjelaskan bahwa daya tarik Kendari tidak lepas dari fungsinya sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, layanan kesehatan, perdagangan, dan aktivitas ekonomi di Sultra.
“Alasan yang paling banyak untuk pindah domisili adalah pendidikan, termasuk warga yang berpindah ke luar Sultra. Selain itu karena perkawinan dan pekerjaan,” ujar Muhammad Idris, Kamis (23/7/2026).
Faktor pendidikan menjadi pendorong utama. Banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Sultra memilih menetap di Kendari untuk mengakses sekolah dan perguruan tinggi yang lebih lengkap. Pekerjaan dan pernikahan juga menjadi alasan signifikan lainnya.
Prosedur Pindah Domisili Kini Lebih Mudah
Muhammad Idris menambahkan, proses pengurusan perpindahan domisili saat ini tidak rumit. Warga cukup membawa kartu keluarga (KK) ke Kantor Dukcapil di daerah asal untuk mendapatkan surat keterangan pindah.
Petugas kemudian akan memproses dokumen perpindahan sesuai dengan tujuan domisili baru. Setelah tiba di daerah tujuan, KTP dan KK lama akan diganti dengan dokumen kependudukan yang mencantumkan alamat terbaru.
Dampak Data Kependudukan yang Valid
Muhammad Idris mengimbau masyarakat untuk mengurus perpindahan domisili melalui prosedur resmi. Hal ini penting demi menjaga akurasi data administrasi kependudukan.
“Data kependudukan yang valid menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga perencanaan pembangunan,” pungkasnya.
Data yang akurat juga membantu pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran dan merancang kebijakan yang tepat sasaran, terutama di kota dengan pertumbuhan penduduk setinggi Kendari.