5 Startup Lokal Sulawesi Tenggara yang Patut Diperhatikan, Solusi Digital untuk Warga & Wisatawan

Penulis: Mirza Fachri  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 20:40:31 WIB
Startup lokal Sulawesi Tenggara Rajamobil Sultra menyediakan layanan transportasi dan kurir untuk rute yang jarang tersentuh pemain besar.

Kendari, Kota Lulo, bukan cuma soal teluk yang indah atau jembatan megah. Di balik hiruk-pikuk pasar tradisional dan lalu lintas yang kian padat, sekelompok anak muda mulai meretas jalan lewat teknologi. Mereka membangun startup yang akarnya menyentuh langsung kebutuhan sehari-hari warga Sulawesi Tenggara—dari urusan antar barang, cari makan, sampai transportasi umum.

Yang menarik, startup-startup ini tidak lahir dari ruang kerja dingin di Jakarta. Mereka tumbuh dari problem konkret di lapangan: bagaimana seorang ibu di Kendari bisa pesan ikan asap dari Wakatobi tanpa ongkos kirim selangit, atau bagaimana mahasiswa di Baubau bisa nebeng mobil kosong ke bandara. Berikut lima di antaranya yang layak kamu pantau.

1. Rajamobil Sultra: Bukan Sekadar Ojek Online

Rajamobil Sultra bukanlah aplikasi transportasi online skala nasional. Startup ini memulai dari Kendari dan fokus pada rute-rute yang jarang tersentuh pemain besar: dari pusat kota ke pelabuhan, bandara, atau bahkan ke desa-desa di Konawe Selatan. Mereka menggandeng sopir-sopir lokal yang sudah hafal jalan setapak di musim hujan.

Pengemudi di Rajamobil Sultra biasanya juga merangkap kurir. Jadi kalau kamu perlu kirim dokumen dari kampus Universitas Halu Oleo ke kantor Bupati di Anduonohu, mereka bisa antar tanpa perlu ganti kendaraan. Harga bervariasi tergantung jarak, lebih baik tanya langsung di aplikasi sebelum order.

2. Wua-Wua Logistik: Menghubungkan Pulau Lewat Laut

Sulawesi Tenggara punya lebih dari 500 pulau. Mengirim barang dari Kendari ke Wakatobi atau Buton bukan perkara mudah. Wua-Wua Logistik hadir dengan sistem titip barang via kapal reguler dan perintis. Mereka tidak punya kapal sendiri, tapi menjembatani pemilik barang dengan nakhoda yang punya ruang kosong di kapal.

Startup ini sempat viral di grup Facebook warga Sultra karena berhasil mengirim sepeda motor dari Kendari ke Bau-Bau dalam tiga hari—sesuatu yang sebelumnya bisa makan waktu seminggu. Layanan ini sangat membantu perantau yang pindah tugas atau mahasiswa yang pulang kampung. Cek jam operasional dan jadwal kapal terbaru lewat WhatsApp mereka sebelum kirim barang.

3. Kulo.id: Portal Kuliner Lokal yang Nggak Cuma Mi Ayam

Kulo.id adalah direktori dan platform pemesanan makanan yang spesifik untuk Sulawesi Tenggara. Alih-alih bersaing dengan GoFood atau GrabFood, mereka fokus pada pedagang kecil yang belum terdaftar di aplikasi besar. Kamu bisa temukan penjual sinonggi khas Buton, kapurung dari Luwu, atau ikan rica-rica khas Kendari yang dikirim langsung dari dapur rumah.

Keunggulan Kulo.id adalah kurirnya yang paham alamat gang sempit di Kelurahan Bende atau Kadia. Mereka juga punya fitur "titip beli" di pasar tradisional—kamu bisa minta kurir beli sayur atau bumbu dapur selesai mengantar makanan. Layanan ini terbatas di Kendari dan sekitarnya, tapi rencananya akan diperluas ke Baubau tahun ini.

4. SultraGo: Solusi Tiket Feri dan Kapal Cepat

Buat warga Sultra, perjalanan antarpulau adalah rutinitas. SultraGo hadir sebagai agregator tiket feri dan kapal cepat yang melayani rute Kendari-Wakatobi, Kendari-Bau-Bau, dan Bau-Bau-Buton. Mereka tidak menjual tiket pesawat, tapi fokus pada transportasi laut yang menjadi tulang punggung mobilitas di provinsi ini.

Yang membedakan SultraGo adalah fitur pelacakan jadwal kapal secara real-time. Seringkali kapal berangkat lebih cepat atau terlambat karena cuaca. Aplikasi ini memberitahu pengguna secara langsung, sehingga kamu tidak perlu nongkrong berjam-jam di pelabuhan. Harga tiket sesuai tarif resmi dari operator kapal, tidak ada biaya tambahan di luar biaya admin.

5. Edukasi Sultra: Bimbingan Belajar Online untuk Daerah 3T

Edukasi Sultra adalah startup sosial yang menyediakan bimbingan belajar online untuk siswa SMP dan SMA di daerah terpencil. Mereka merekrut mahasiswa dari Universitas Halu Oleo dan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pengajar. Materi disesuaikan dengan kurikulum lokal dan soal-soal ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Yang menarik, platform ini bisa diakses lewat aplikasi chat seperti WhatsApp tanpa perlu kuota besar. File materi dikirim dalam bentuk PDF ringan, dan sesi tanya jawab dilakukan via voice note. Ini solusi cerdas untuk daerah yang sinyal internetnya terbatas. Startup ini sudah menjangkau siswa di Konawe Utara dan Buton Tengah, dan terus memperluas jangkauan ke Wakatobi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah startup-startup ini sudah terdaftar resmi?
Sebagian besar sudah berbadan hukum PT atau CV. Namun, untuk kepastian legalitas, sebaiknya cek langsung ke website atau media sosial masing-masing startup.

Bagaimana cara memesan layanan Rajamobil Sultra?
Unduh aplikasi Rajamobil Sultra di Play Store atau hubungi nomor yang tertera di akun Instagram mereka. Pastikan lokasi kamu di dalam area layanan.

Apakah Wua-Wua Logistik melayani pengiriman ke luar provinsi?
Saat ini mereka fokus pada rute antarpulau di Sulawesi Tenggara. Untuk tujuan ke Makassar atau Surabaya, sebaiknya hubungi langsung untuk negosiasi khusus.

Berapa biaya layanan Kulo.id?
Biaya layanan bervariasi tergantung jarak dan berat pesanan. Tidak ada tarif tetap, kamu bisa lihat estimasi ongkos kirim di aplikasi sebelum checkout.

Apakah SultraGo menjual tiket kapal untuk hari yang sama?
Tergantung ketersediaan kursi. Sebaiknya pesan minimal satu hari sebelumnya untuk rute populer seperti Kendari-Wakatobi.

Startup-startup di atas belum menjadi raksasa digital seperti Gojek atau Shopee. Tapi mereka adalah bukti bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari pusat. Mereka lahir dari gang-gang sempit Kendari, dari pelabuhan Bau-Bau, dan dari ruang tamu mahasiswa yang peduli. Kalau kamu warga lokal atau perantau yang butuh solusi praktis, coba lihat—siapa tahu salah satu dari mereka bisa membantu urusanmu hari ini.

Reporter: Mirza Fachri
Back to top