KENDARI — Andi Sumangerukka menerima gelar adat tersebut di tengah prosesi khidmat yang berlangsung di pelataran Eks MTQ Kota Kendari. Ribuan masyarakat Muna dari berbagai penjuru hadir menyaksikan momen yang dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada figur yang dinilai memiliki dedikasi terhadap nilai-nilai budaya dan persatuan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra itu mengaku menerima penghargaan tersebut dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab moral. Ia menegaskan bahwa gelar adat bukanlah sekadar atribut, melainkan amanah untuk terus mendorong pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
“Penghargaan ini saya terima dengan penuh rasa hormat. Ini bukan sekadar gelar adat, tetapi amanah untuk terus menjaga dan mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
KKMM Siap Bersinergi dengan Pemerintah
Andi Sumangerukka juga menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus baru KKMM Sultra. Ia berharap organisasi itu tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan, membina generasi muda, dan menjaga warisan leluhur.
Menurutnya, kontribusi masyarakat Muna terhadap kemajuan Sultra sudah terlihat nyata. Banyak putra-putri Muna berkiprah di pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dunia usaha, hukum, TNI-Polri, hingga media.
“Potensi sumber daya manusia yang dimiliki masyarakat Muna merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah,” katanya.
1.228 Dulang Cetak Rekor MURI
Ketua Umum Pengurus Wilayah KKMM Sultra yang juga Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjadi rumah besar masyarakat Muna sekaligus mitra pemerintah. Semangat utama organisasi, kata dia, adalah mempererat persaudaraan, melestarikan adat istiadat, dan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan agenda pembangunan.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius, sekaligus mendukung program pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Silaturahmi Akbar KKMM tahun ini juga mencatat sejarah dengan menyajikan 1.228 dulang—tradisi berbagi makanan khas Muna—yang mendapat pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Tradisi dulang menjadi simbol kebersamaan, semangat berbagi, dan rasa syukur yang diwariskan secara turun-temurun.
Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, anggota DPR RI dan DPD RI asal Sultra, jajaran pemerintah pusat, Ketua DPRD Sultra, Wali Kota Kendari, Bupati Muna, serta para tokoh adat dan masyarakat. Melalui penganugerahan gelar adat dan rekor MURI tersebut, masyarakat Muna kembali menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan sosial yang berjalan seiring dengan pembangunan Sultra.