KENDARI — Keikutsertaan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di APMA 2026 menjadi pengakuan bahwa kota tersebut semakin diperhitungkan di forum pembangunan perkotaan internasional. Dalam program tersebut, Siska membawa enam inisiatif prioritas yang telah dijalankan di Kendari untuk dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengungkapkan keenam program tersebut meliputi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, penguatan ketahanan banjir dan perubahan iklim, serta perlindungan kawasan mangrove dan pesisir.
Selain itu, ada juga program penambahan ruang terbuka hijau, transformasi pelayanan publik berbasis digital, dan pemberdayaan masyarakat. “Keenam inisiatif ini sejalan dengan fokus utama APMA 2026,” ujar Sahuriyanto, Kamis (30/7/2026).
Selama mengikuti akademi, para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari para mentor yang berasal dari UN-Habitat, UN ESCAP, UCLG ASPAC, APRU, UNU-IAS, dan IGES. Para ahli tersebut memberikan pendampingan dalam penyusunan kebijakan hingga implementasi berbagai inovasi pembangunan perkotaan.
Menurut informasi dari UN-Habitat Bangkok Office, peserta mengikuti modul interaktif, diskusi kebijakan, pembelajaran antarkota, hingga pendampingan intensif. Setiap peserta juga menyusun inisiatif pembangunan yang akan diterapkan di kota masing-masing.
Pemerintah Kota Kendari berharap partisipasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kepemimpinan daerah, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama internasional. Hal ini diyakini dapat membuka peluang investasi, pembiayaan pembangunan, hingga pertukaran inovasi antarkota.
Forum ini menjadi momentum bagi Kendari untuk memperkenalkan praktik pembangunan yang telah dijalankan sekaligus menyerap pengalaman dari kota-kota lain. Target utamanya adalah mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Kendari melalui penerapan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Enam program yang dibawa Siska merupakan isu keseharian yang langsung dirasakan warga, mulai dari pengelolaan sampah hingga ancaman banjir. Dengan mengikuti forum ini, Pemkot Kendari berharap mendapat masukan dari pakar global untuk menyempurnakan kebijakan di tingkat lapangan.
Keikutsertaan ini sekaligus menjadi ajang promosi bahwa Kendari siap bersaing dengan kota-kota lain di Asia-Pasifik dalam hal pembangunan kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.