SULAWESI TENGGARA — Setelah sempat tertunda dari jadwal awal pertengahan 2026, Apple akhirnya dikabarkan siap memperbarui lini Mac Studio pada musim gugur tahun ini. Kabar ini tentu dinantikan para kreator konten dan profesional yang selama ini mengandalkan perangkat tersebut untuk pekerjaan berat seperti rendering video dan pengembangan aplikasi.
Bocoran dari analis industri menyebutkan bahwa pembaruan ini akan menghadirkan dua varian chip, yaitu M5 Max dan M5 Ultra. Yang paling menarik perhatian adalah kabar mengenai M5 Ultra yang disebut mampu membawa RAM hingga 768 GB.
Namun, perlu dicatat bahwa kapasitas RAM sebesar itu masih belum pasti bisa direalisasikan. Pasalnya, industri semikonduktor global saat ini tengah dilanda kelangkaan pasokan memori yang cukup parah, sehingga Apple mungkin kesulitan untuk memproduksi varian dengan spesifikasi tertinggi tersebut.
Untuk urusan dapur pacu, M5 Ultra dikabarkan akan hadir dengan konfigurasi CPU 36-core dan GPU 80-core. Jika bocoran ini akurat, maka peningkatan performanya akan sangat terasa dibandingkan pendahulunya, M3 Ultra, yang saat ini menjadi andalan di kelas atas Mac Studio.
Peningkatan ini menjadi signifikan karena Apple memutuskan untuk tidak membuat versi Ultra dari chip M4. Alhasil, Mac Studio generasi saat ini masih menggunakan basis chip M3 untuk varian tertingginya, membuat lompatan ke M5 Ultra nanti menjadi lebih besar dari biasanya.
Soal harga, Apple tampaknya akan kembali menaikkan banderolnya. Sebelumnya, Mac Studio dengan M4 Max dibanderol USD 1.999 (sekitar Rp 33 juta) dan varian M3 Ultra di harga USD 3.999 (sekitar Rp 66 juta). Setelah penyesuaian harga, kini varian tersebut naik menjadi USD 2.499 (sekitar Rp 41 juta) dan USD 5.299 (sekitar Rp 87 juta).
Dengan tren kenaikan ini, wajar jika konsumen bersiap untuk harga yang lebih tinggi lagi pada model M5. Belum ada informasi resmi mengenai harga untuk pasar Indonesia, tetapi estimasi awal bisa dihitung dari harga global dengan tambahan pajak dan biaya impor.
Menariknya, kabar ini tidak berhenti sampai di situ. Laporan dari Mark Gurman di Bloomberg juga mengungkap rencana Apple untuk pembaruan besar berikutnya pada tahun 2028. Saat itu, Apple dikabarkan akan meluncurkan Mac Studio dengan chip M7 Max dan M7 Ultra.
Generasi M7 ini disebut akan membawa lompatan besar dalam hal performa kecerdasan buatan (AI). Hal ini berpotensi menjadikan M7 Ultra sebagai mesin yang sangat mumpuni untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) secara lokal di perangkat, tanpa perlu koneksi internet.
Selain performa AI, ada dua peningkatan penting lain yang dikaitkan dengan Mac Studio M7 Ultra. Pertama, Apple dikabarkan akan mendesain ulang heatsink atau pendingin untuk menjaga performa tetap stabil saat digunakan dalam beban kerja berat dalam waktu lama.
Kedua, dukungan RAM akan ditingkatkan hingga 1,5 TB. Menariknya, angka ini menyamai kapasitas maksimal Mac Pro 2019, yang selama ini memegang rekor sebagai Mac dengan RAM terbanyak.
Jika kebijakan harga memori Apple saat ini masih berlaku, upgrade dari 128 GB ke 1,5 TB bisa memakan biaya hingga USD 35.000 (sekitar Rp 577 juta). Angka tersebut belum termasuk biaya upgrade prosesor yang mungkin diwajibkan.
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli Mac Studio saat ini. Jika kebutuhan Anda tidak mendesak dan menginginkan performa AI terbaru, menunggu hingga 2028 mungkin bisa menjadi pilihan. Namun, jika membutuhkan perangkat kerja yang mumpuni dalam waktu dekat, Mac Studio M5 yang akan rilis tahun ini tetap menjadi opsi yang menarik.