Pencarian

Pameran Koleksi Wastra Bumi Anoa di Kendari Digelar 5 Hari, 4 Kabupaten Sultra Pamerkan Tenun Khas

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:33:49 WIB
Pameran Koleksi Wastra Bumi Anoa di Kendari Digelar 5 Hari, 4 Kabupaten Sultra Pamerkan Tenun Khas
Pengunjung mengamati koleksi kain tenun dari empat kabupaten dalam Pameran Koleksi Wastra Bumi Anoa di Museum dan Taman Budaya Sultra, Kendari, Senin (3/8/2026).

KENDARI — Pameran Koleksi Wastra Bumi Anoa resmi berlangsung di Museum dan Taman Budaya Sultra, Kendari, Senin. Kegiatan yang dijadwalkan berjalan selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026, ini menjadi ajang bagi para perajin untuk memperkenalkan karya tenunnya kepada masyarakat luas.

Empat kabupaten turut berpartisipasi dalam pameran ini, yakni Konawe Utara, Buton Tengah, Bombana, dan Muna. Koleksi yang dipamerkan mencakup kain tenun warisan masa lampau hingga produk kontemporer yang masih diproduksi perajin saat ini.

Empat Kabupaten Sajikan Koleksi Tenun dari Era Klasik hingga Modern

Pengunjung yang datang ke Museum dan Taman Budaya Sultra dapat melihat langsung perbandingan antara wastra koleksi jaman dulu dengan produk masa kini. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar dan komunitas budaya yang dijadwalkan hadir sebagai bagian dari studi wisata selama pameran berlangsung.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, La Udin, S.Sos. M.Hum, menyampaikan bahwa pameran ini bertujuan memperkenalkan kekayaan wastra Sultra kepada masyarakat, pelajar, dan wisatawan. Pihaknya juga berharap kegiatan ini mampu membuka jejaring pemasaran yang lebih luas bagi para perajin lokal.

Wastra sebagai Identitas Budaya dan Potensi Ekonomi Kreatif

Prof. Aris Badara menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang pameran kain. Menurutnya, wastra merupakan identitas budaya yang melekat dengan masyarakat Sultra dan memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif.

"Kami membuka pameran ini sebagai upaya pelestarian dan pengembangan wastra Nusantara, khususnya wastra Sultra. Wastra bukan hanya kain, tapi juga identitas budaya dan potensi ekonomi kreatif yang harus kita jaga bersama," ujar Aris dalam sambutannya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk hadir langsung ke Museum dan Taman Budaya. Dengan mengenakan wastra, masyarakat dinilai turut berkontribusi menghidupkan perekonomian para perajin di daerah.

Target Menjadi Agenda Tahunan dan Barometer Wastra Kawasan Timur

Pameran ini direncanakan menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-81. Melalui kegiatan serupa, Pemerintah Provinsi Sultra berharap daerah ini dapat menjadi salah satu barometer wastra di Kawasan Timur Indonesia.

"Kami berharap dengan pameran wastra ini para pengunjung bisa lebih mengenal lebih dekat produk tenun daerah Sultra dan pelaku UMKM bisa membuka peluang yang lebih luas," tambah La Udin.

Berbagai sekolah dan komunitas budaya turut hadir menyaksikan pameran sekaligus menjadikannya sebagai sarana studi wisata. Pameran ini menjadi ruang pertemuan antara generasi muda dengan warisan budaya tekstil yang dimiliki daerahnya sendiri.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks