SULAWESI TENGGARA — Perseteruan Justin Hubner dengan kubu Vietnam memasuki babak baru di luar lapangan. Kekalahan telak Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 ternyata baru menjadi pembuka drama. Bek berusia 23 tahun itu memilih melontarkan ejekan melalui media sosial, yang langsung memicu kemarahan publik dan pemain lawan.
Melalui Instagram Story, pemain yang berkarier di Liga Inggris itu mengunggah momen duel kerasnya dengan pemain Vietnam di pertandingan sebelumnya. "Mereka sudah lupa apa yang kami lakukan kepada mereka di Kualifikasi Piala Dunia," tulis Hubner.
Ia menambahkan komentar yang lebih pedas di kolom komentar, meremehkan prestasi Vietnam karena turnamen regional tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA. "Di turnamen yang bukan resmi FIFA, kalian bermain bagus. Kita akan bertemu lagi di ajang resmi," sindirnya.
Ejekan tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Do Hoang Hen, striker naturalisasi asal Brasil yang memperkuat Vietnam, langsung merespons dengan singkat dan menusuk. "Terlalu banyak bicara," tulisnya.
Media Vietnam pun ikut angkat bicara dan membongkar fakta yang justru melemahkan argumen Hubner. Mereka menyoroti bahwa meskipun Piala AFF tidak masuk kalender FIFA, Timnas Indonesia tetap menurunkan kekuatan penuh dengan 11 pemain naturalisasi atau berdarah campuran.
Media Vietnam menyebut nama-nama seperti Jordi Amat, Thom Haye, dan Marc Klok tampil sebagai starter dalam laga tersebut. Fakta ini menjadi ironi tersendiri karena jumlah pemain naturalisasi yang diturunkan Indonesia justru lebih banyak dibanding saat mereka mengalahkan Vietnam 3-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2024.
"Mayoritas dari mereka bahkan tampil sebagai starter. Meski begitu, lini permainan Indonesia tetap gagal membendung dominasi Vietnam sepanjang laga," tulis media tersebut.
Media Vietnam menegaskan bahwa kemenangan 3-0 atas Indonesia tidak kehilangan nilai sedikit pun. Mereka menilai klaim Hubner bahwa banyak pemain Indonesia yang bermain di Eropa tidak dilepas klubnya memang tidak sepenuhnya keliru, namun hal itu tidak mengurangi pencapaian tim asuhan Kim Sang Sik.
Pelatih asal Korea Selatan itu dinilai berhasil meramu taktik yang tepat untuk meredam kekuatan individu para pemain naturalisasi Indonesia. Vietnam tampil disiplin, tajam, dan layak memenangkan pertandingan dengan skor telak tersebut.