Pemprov Sultra Alokasikan Rp30 Miliar Rehabilitasi 3 Pelabuhan Penyeberangan Mulai 2026

Penulis: Lendra Saputra  •  Sabtu, 26 September 2026 | 05:16:01 WIB
Pemprov Sultra mengalokasikan Rp30 miliar untuk rehabilitasi tiga pelabuhan penyeberangan pada 2026.

KENDARI — Tiga pelabuhan yang dikerjakan pada tahun ini meliputi Pelabuhan Baubau di Kota Baubau, serta Pelabuhan Penyeberangan Amolengo dan Torobulu di Kabupaten Konawe Selatan. Ketiganya masuk daftar prioritas karena kondisi fasilitas yang dinilai sudah tidak layak pakai.

Muhammad Fadlansyah menjelaskan bahwa peremajaan menyeluruh dibutuhkan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan. "Dari total 13 pelabuhan yang rencananya diperbaiki, tahun 2026 kita sudah merehabilitasi dan membangun tiga terminal modern di tiga pelabuhan," kata Fadlansyah di Kendari.

Rp30 Miliar Fokus di Sisi Darat, Sisi Laut Menyusul 2027

Alokasi Rp30 miliar pada tahun anggaran ini dipakai untuk pembenahan fasilitas di sisi darat. Pembenahan bagian laut dijadwalkan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya.

"Tahun depan kita lanjutkan di sisi lautnya, kalau ini kan di sisi daratnya," jelas Fadlansyah.

Pemisahan pengerjaan darat dan laut membuat proses rehabilitasi berjalan bertahap. Pengguna jasa di tiga pelabuhan tersebut tetap bisa menyeberang selama pekerjaan sisi darat berlangsung.

10 Pelabuhan Lain Menyusul hingga 2029

Sepuluh pelabuhan penyeberangan lain masuk dalam rencana rehabilitasi bertahap hingga 2029. Daftarnya mencakup Pelabuhan Tampo di Muna, Pelabuhan Wanci di Wakatobi, dan Pelabuhan Labuan di Buton Utara.

Empat pelabuhan berikutnya adalah Pelabuhan Wamengkoli dan Waara di Buton Tengah, Pelabuhan Kendari-Wawonii di Kota Kendari, Pelabuhan Langara di Konawe Kepulauan, Pelabuhan Kamaru di Buton, serta Pelabuhan Dongkala di Bombana.

Pemprov Sultra belum merinci besaran anggaran untuk sepuluh pelabuhan tersebut. Nilai alokasi baru dipastikan untuk tiga pelabuhan yang dikerjakan pada 2026.

Mengapa Rehabilitasi Tidak Bisa Ditunda

Sejumlah fasilitas di pelabuhan penyeberangan milik daerah sudah tidak layak dipakai. Kondisi itu membuat pembenahan menyeluruh jadi kebutuhan, bukan sekadar program rutin.

Pelabuhan penyeberangan di Sultra menghubungkan wilayah kepulauan seperti Wakatobi, Konawe Kepulauan, dan Buton dengan daratan Sulawesi. Warga di sejumlah kabupaten itu bergantung pada kapal penyeberangan untuk mengangkut barang dan bepergian.

Pengerjaan tiga pelabuhan pada 2026 menjadi tolok ukur sebelum proyek diperluas ke sepuluh lokasi lain. Jika tahap pertama rampung sesuai jadwal, rehabilitasi sisi laut di Baubau, Amolengo, dan Torobulu bisa dimulai pada 2027.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top