KENDARI — Pengawasan menyasar SPBU Wulele, Rabam, Saranani, Punggola, dan THR dengan nomor masing-masing 74.931.05, 74.931.07, 74.931.01, 74.931.06, dan 74.931.09. Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau menyatakan patroli malam itu menyisir lima titik sekaligus, bukan sekadar satu lokasi.
Kapolresta Kendari KBP Syafi'i Nafsikin menugaskan pengawasan lewat Unit II Tipidter Satreskrim. Fokusnya dua hal: proses pengisian BBM subsidi dan kepadatan antrean di area SPBU.
Petugas mengamati langsung proses pengisian BBM subsidi oleh kendaraan yang mengantre. Arus keluar-masuk kendaraan di area SPBU juga dipantau untuk mengantisipasi penumpukan.
"Petugas memantau proses pengisian BBM subsidi serta kondisi antrean kendaraan pada malam hari. Selain itu, personel memantau arus keluar-masuk kendaraan di area SPBU guna mengantisipasi kepadatan," jelas Welliwanto.
Menurutnya, pengawasan ini juga bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses penyaluran berlangsung.
Dari hasil patroli, petugas tidak menemukan gangguan menonjol maupun indikasi penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi di lima SPBU tersebut.
"Hasil monitoring menunjukkan penyaluran BBM subsidi berlangsung aman, tertib, dan lancar," tambah Welliwanto.
Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU disebut telah berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya. Polresta Kendari tidak merinci berapa panjang antrean yang tercatat malam itu.
Kelima SPBU itu tersebar di beberapa titik Kota Kendari. Polresta menyebut pemilihan lokasi berdasarkan pantauan antrean yang muncul belakangan.
Polresta Kendari memastikan monitoring tetap dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang dan potensi kelangkaan BBM subsidi.
"Secara umum, kegiatan pengawasan penyaluran BBM subsidi berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif," pungkas Welliwanto.
Warga yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan bisa melaporkannya ke Polresta Kendari. Pengawasan malam hari dipilih karena antrean biasanya memuncak di jam tersebut.