SULAWESI TENGGARA — Apple dilaporkan tengah mengembangkan fitness tracker tanpa layar untuk menantang Whoop, Fitbit, dan Garmin di pasar pelacak kebugaran pasif. Prototipe perangkat ini kabarnya sudah diuji selama berbulan-bulan, tetapi Apple belum memutuskan apakah proyek tersebut bakal dilanjutkan ke produksi massal. Perangkat ini menyasar pengguna yang ingin memantau kesehatan dan pemulihan tubuh tanpa gangguan notifikasi smartwatch.
Laporan Bloomberg dan unggahan MacRumors menyebut tim Apple sudah mengerjakan prototipe perangkat ini sejak beberapa bulan lalu. Eddy Cue, Senior Vice President of Services Apple, dikabarkan mendorong pengembangan wearable dengan antarmuka sederhana, mengacu pada Whoop dan Oura Ring yang tidak punya layar.
Kategori pelacak kebugaran tanpa layar memang sedang tumbuh. Perangkat seperti Garmin Cirqa dan Google Fitbit Air dirancang untuk dipakai terus-menerus, termasuk saat tidur, lalu mengirim data aktivitas dan pemulihan ke aplikasi kesehatan berbasis AI.
Hampir semua pelacak tanpa layar menawarkan sedikit cara interaksi. Whoop mengandalkan sensor haptic di bagian atas puck yang harus ditepuk untuk menghentikan alarm atau masuk mode pairing Bluetooth. Masalahnya, pengguna sering menepuk berulang kali sampai LED berubah warna.
Garmin Cirqa memberi solusi lebih praktis lewat tombol taktil yang dipadukan haptic. Sekali tekan, perangkat bergetar menandakan sesi olahraga dimulai. Tekan lagi, getaran mengonfirmasi sesi berakhir.
Apple sudah punya mekanisme serupa: Action Button yang pertama kali diperkenalkan di Apple Watch Ultra 2022 dan kemudian diadopsi ke iPhone. Tombol oranye ini bisa menjadi cara sederhana untuk menghentikan alarm atau memulai dan mengakhiri sesi latihan di pelacak tanpa layar.
Apple perlahan memperbaiki daya tahan baterai Apple Watch. Setelah lama bertahan di 18 jam, generasi terbaru kini mencapai 24 jam. Apple Watch Ultra 4 pada 2026 menembus 48 jam dalam sekali pengisian.
Angka itu berlaku untuk smartwatch penuh dengan GPS, layar Liquid Retina 3.000 nit, dan fitur komunikasi lengkap. Pelacak tanpa layar hanya menjalankan Health Sensing System dan sensor pendukung seperti giroskop, sehingga konsumsi daya jauh lebih kecil.
Estimasi wajar untuk perangkat seperti ini adalah sekitar lima hari dalam sekali cas. Durasi tersebut cocok untuk pelacak yang memang dirancang dipakai terus-menerus, termasuk sepanjang malam.
Apple sudah menyiapkan fondasi pelacakan pemulihan lewat Readiness Score dan penyempurnaan aplikasi Vitals. Health Sensing System terbaru memiliki area permukaan lebih luas untuk kontak kulit lebih baik, plus elektroda yang didesain ulang.
Hasilnya, Apple Watch dapat melacak heart rate variability saat tidur jauh lebih akurat dan lebih sering dari generasi sebelumnya. Peningkatannya mencapai 24 kali lebih sering. Data ini memungkinkan Readiness Score menampilkan skala 1-10 tentang seberapa pulih tubuh dan siap menerima beban aktivitas.
Pemulihan dan kesehatan saat tidur adalah komponen inti pelacak tanpa layar. Perangkat ini bekerja di latar belakang tanpa distraksi, memantau pengeluaran energi dan pemulihan tubuh sepanjang hari. Integrasi dengan Apple Health membuat fitur Readiness dan Vitals menjadi nilai jual utama.
Whoop, Google, dan Garmin sudah memakai Readiness Score selama bertahun-tahun. Apple baru memasukkan fitur ini belakangan, tetapi punya ekosistem Health yang matang dan basis pengguna iPhone raksasa.
Jika pelacak tanpa layar Apple benar-benar dirilis, perangkat ini berpotensi menawarkan pengalaman terintegrasi yang sulit ditandingi kompetitor. Pengguna tidak perlu berpindah aplikasi atau menyinkronkan data secara manual.
Meski begitu, Apple belum memberi konfirmasi resmi soal keberadaan proyek ini. Laporan menyebut perusahaan masih menimbang apakah perangkat tersebut layak masuk lini produk mereka.
Pelacak tanpa layar dari Apple paling cocok untuk pengguna iPhone yang ingin memantau kesehatan dan pemulihan tanpa harus memakai smartwatch penuh. Perangkat ini juga menarik bagi mereka yang sudah bosan mengisi daya Apple Watch setiap hari.