SULAWESI TENGGARA — Menjelang acara bertajuk "Apple Event" yang berlangsung pukul 10.00 waktu Pasifik hari ini, laporan dari Mark Gurman di Bloomberg mengungkap kemampuan baru yang disiapkan Apple untuk jam tangan pintarnya. Fitur AI ini didesain untuk bertindak layaknya asisten pribadi yang merekam dan merangkum aktivitas pengguna tanpa perlu mencatat manual.
Bagaimana Fitur AI Mendengarkan dan Merangkum Aktivitas?
Fitur ini bekerja secara ambient, memanfaatkan mikrofon, GPS, dan sensor lain untuk mengumpulkan data. Data tersebut kemudian diolah menjadi ringkasan harian yang mencakup aktivitas pengguna, termasuk ringkasan percakapan yang terjadi di sekitar perangkat.
Menariknya, Apple menegaskan tidak akan ada rekaman audio yang disimpan. Perangkat juga tidak akan menampilkan transkrip percakapan. Ringkasan yang dihasilkan akan tersimpan di dalam aplikasi Siri yang baru, dan pengguna dapat mengatur agar fitur ini berjalan sepanjang hari atau hanya di lokasi tertentu saja.
Dukungan Chip Terbaru dan Pertaruhan Privasi Pengguna
Laporan Bloomberg menyebut fitur ini membutuhkan chip generasi terbaru yang mampu memproses sampel audio dengan aman langsung di perangkat. Ini menandakan fitur tersebut hanya akan tersedia di Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4 yang memakai prosesor anyar.
Langkah ini membawa Apple Watch bersaing langsung dengan inisiatif perangkat AI wearable dari perusahaan lain yang berupaya menjadi asisten personal untuk mencatat ringkasan, memori, dan saran. Namun, Apple mengandalkan pendekatan privasi yang ketat sebagai pembeda utama di tengah kekhawatiran konsumen tentang perangkat yang selalu mendengarkan.
Meski menawarkan kemudahan, fitur ini jelas menjadi titik rawan bagi konsumen yang waspada dengan perangkat pendengar pasif. Karena itu, fitur ini bersifat opt-in dan implementasi privasinya akan menjadi senjata utama Apple untuk meyakinkan pengguna dibanding kompetitor.
Acara Apple Hari Ini: Lebih dari Sekadar Jam Tangan
Selain jajaran Apple Watch terbaru, acara hari ini juga dijadwalkan menjadi panggung bagi pengumuman besar lainnya. iPhone lipat, iPhone Duo, hingga iPhone 18 Pro disebut-sebut akan ikut diperkenalkan dalam gelaran yang sama.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran fitur ini patut dinantikan. Namun, perlu dicatat, ketersediaan fitur AI dan Siri baru sering kali bergantung pada dukungan bahasa dan wilayah. Belum ada informasi resmi mengenai kapan fitur ini akan hadir untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Fitur AI perangkum ini jelas menyasar pengguna produktif yang ingin mendokumentasikan aktivitas harian tanpa repot. Namun, bagi Anda yang tidak nyaman dengan perangkat yang selalu mendengarkan, opsi untuk mematikan fitur ini sepenuhnya akan menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan upgrade.