Satpol PP Kota Kendari mengimbau operator nosel di seluruh SPBU setempat agar tidak melayani pengendara yang mengisi BBM secara berulang, guna mencegah antrean panjang dan memastikan distribusi bersubsidi merata. Imbauan disampaikan langsung saat sidak di SPBU Saranani, SPBU Punggolaka, dan SPBU Puuwatu. Dalam sepekan terakhir, petugas menyisir 10 titik SPBU untuk menertibkan pedagang bensin eceran di sekitarnya.
KENDARI — Kepala Satpol PP Kota Kendari Dasril Yamin mengatakan imbauan kepada operator nosel disampaikan saat pihaknya mengecek tiga SPBU, yakni Saranani, Punggolaka, dan Puuwatu. Petugas meminta operator menolak pengendara yang mengisi BBM berkali-kali dalam satu waktu.
"Kami meminta operator di setiap SPBU jika menemukan adanya pengendara yang mengisi BBM secara berulang-ulang agar tidak dilayani, supaya semua warga kebagian," kata Dasril di Kendari, Senin.
Langkah itu diambil untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan secara adil dan merata. Penertiban di lapangan juga diarahkan pada oknum pelangsir yang memanfaatkan BBM bersubsidi untuk keuntungan pribadi.
Selain menyasar pelangsir, sidak menyasar penggunaan QR Code BBM bersubsidi. Satpol PP memperketat pengawasan untuk mengantisipasi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak.
"Selain menyasar para pelangsir, sidak ini juga bertujuan memperketat pengawasan penggunaan QR Code BBM bersubsidi guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak," ujarnya.
Pengawasan itu menyasar pembeli yang memakai QR Code milik orang lain atau memanfaatkannya untuk pembelian berulang di luar peruntukan.
Dalam sepekan terakhir, personel Satpol PP Kota Kendari menyisir 10 titik SPBU di wilayah kota. Sasaran penertiban adalah pedagang bensin eceran yang beroperasi di sekitar kawasan SPBU.
Dari evaluasi di lapangan, sebagian besar pedagang eceran telah menaati imbauan petugas. Meski demikian, masih ditemukan oknum pedagang yang kembali berjualan begitu petugas meninggalkan lokasi.
"Untuk pedagang BBM eceran yang masih nekat berjualan di sekitar SPBU, kami berikan peringatan tegas agar tetap patuh pada aturan. Seperti yang masih kami dapati di kawasan SPBU Anduonohu," sebut Dasril.
Dasril menyebut arus lalu lintas dan kondisi antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di Kota Kendari kini dilaporkan mulai kembali normal. Perbaikan itu disebut berkat rangkaian penertiban dan pengawasan ketat yang dilakukan secara berkala di sejumlah SPBU.
Satpol PP Kota Kendari akan melanjutkan pemantauan di titik-titik SPBU lain untuk menjaga distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.