SULAWESI TENGGARA — Sky resmi menyelesaikan akuisisi operasi jaringan ITV senilai £1,6 miliar atau sekitar US$2,1 miliar, membuka peluang serial orisinalnya tayang di televisi free-to-air Inggris. Cécile Frot-Coutaz, Chief Content Sky sekaligus CEO Sky Studios, menyatakan pihaknya akan bereksperimen dengan strategi windowing untuk menayangkan serial seperti The Day of the Jackal di ITV. Langkah ini dikonfirmasi dalam konvensi Royal Television Society London, Selasa, setelah laporan Deadline pada Juli lalu.
Cécile Frot-Coutaz menyampaikan rencana tersebut dalam sesi di Royal Television Society London Convention. Ia menjelaskan Sky yang dimiliki Comcast ingin mencoba menayangkan musim-musim lama serial orisinalnya di ITV sebelum musim baru diluncurkan.
Strategi ini bukan hal baru bagi Sky. Sebelumnya, perusahaan pernah menempatkan empat musim pertama serial Brassic di Netflix dan melihat hasil positif dari eksposur tersebut.
Frot-Coutaz menyebut Sky akan melihat berbagai kemungkinan penayangan. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah menayangkan musim lama The Day of the Jackal di ITV menjelang perilisan musim berikutnya.
"Ada berbagai permutasi," ujarnya, seperti dikutip dari Deadline.
Ia menambahkan pengalaman menempatkan Brassic di Netflix membuktikan strategi serupa bisa memperluas jangkauan penonton. Sky menemukan ruang pertumbuhan penonton baru karena serial tersebut diperkenalkan ke audiens yang belum pernah menjangkaunya.
Selain serial drama, Sky juga mempertimbangkan menayangkan konten olahraga di ITV. Frot-Coutaz menyebut perusahaan memiliki 40.000 jam konten olahraga yang bisa dimanfaatkan untuk tayangan free-to-air.
"Kami punya 40.000 jam olahraga. Di dalamnya ada peluang besar untuk menayangkan lebih banyak olahraga secara free-to-air. Kami pikir semua pihak menang. Penonton menang, liga juga menang," jelasnya.
Pernyataan ini membuka kemungkinan pertandingan Liga Primer Inggris mendapat eksposur di televisi gratis, sesuatu yang jarang terjadi di pasar Inggris.
CEO ITV Carolyn McCall mengungkapkan perusahaan hampir tidak punya pilihan selain menjual operasi jaringan ke Sky. Alasannya, persaingan di industri penyiaran Inggris dinilai sangat ketat.
"Persaingannya sangat ganas," kata McCall pada kesempatan yang sama.
Meski demikian, ITV Studios akan tetap independen dan tercatat di London Stock Exchange. Sky juga telah menyepakati kesepakatan output senilai £2,1 miliar dengan ITV Studios yang menjamin acara seperti Love Island dan Coronation Street tetap tayang di ITV hingga 2032.
Saat ditanya apakah Sky bisa membatalkan kesepakatan itu dalam enam tahun, McCall merespons singkat: "Semoga beruntung." Ia justru menyebut Sky kemungkinan akan memesan lebih banyak konten dari ITV Studios ke depannya.
Akuisisi ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap penyiaran Inggris, di mana batas antara layanan berlangganan dan televisi free-to-air semakin kabur demi mengejar jangkauan penonton yang lebih luas.