SULAWESI TENGGARA — Valve resmi menghentikan produksi headset VR Index setelah lebih dari tujuh tahun beredar dan memangkas harganya menjadi US$399,20 dari sebelumnya US$499. Keputusan ini berdekatan dengan peluncuran Steam Frame, headset generasi baru yang tidak lagi bergantung pada koneksi kabel ke PC. Bagi pengguna yang menunda upgrade, sisa stok Index kini jadi opsi terakhir sebelum aksesorinya habis dari toko resmi.
Penghentian produksi Valve Index diumumkan langsung melalui situs resmi perusahaan, disertai penjualan sisa stok dengan potongan harga 20%. Headset yang pertama kali meluncur pada 2019 itu kini dijual US$399,20 selama persediaan masih ada. Valve juga memangkas harga sejumlah aksesori, meski ketersediaannya bergantung pada kondisi tiap wilayah.
Perubahan paling terasa ada pada paket lengkap Valve Index yang sebelumnya dibanderol US$999. Paket tersebut tidak lagi tersedia di toko resmi Valve. Headset ini masih membutuhkan base station eksternal untuk melacak pergerakan pengguna di ruang virtual, berbeda dengan Steam Frame yang bisa beroperasi mandiri.
Stok controller pengganti dan aksesori lain juga menipis. Valve tidak lagi mencantumkan controller pengganti sebelah kanan maupun base station di toko Amerika Serikat. Kondisi ini membuat harga US$399,20 berpotensi membengkak jika pembeli baru harus membangun satu set VR siap pakai dari nol.
Beberapa komponen masih bisa dibeli dengan harga diskon. Controller pengganti sebelah kiri turun dari US$149 menjadi US$119,20, sementara kabel penghubung atau tether turun dari US$129 menjadi US$103,20. Pemilik Index lama bisa memanfaatkan diskon ini untuk menyiapkan suku cadang sebelum persediaan habis.
Penghentian Index sejalan dengan pergeseran strategi Valve menuju Steam Frame. Berbeda dari Index yang mengandalkan kabel ke PC dan sensor eksternal, Steam Frame dirancang menjalankan pengalaman VR tanpa perangkat tambahan sekaligus mendukung streaming game dari PC. Pendekatan mandiri ini menjadi pembeda utama antara kedua generasi headset.
Valve memastikan dukungan untuk pemilik Index yang sudah ada tidak berubah. Headset tersebut tetap didukung melalui Steam dan SteamVR, sehingga pengguna lama tidak perlu langsung mengganti perangkat hanya karena produksinya berhenti. Kebijakan ini memberi ruang bagi pemilik existing untuk tetap memakai Index selama fungsinya masih memadai.
Bagi pasar Indonesia, Index memang bukan perangkat yang dijual resmi lewat distributor lokal, sehingga dampaknya lebih terasa di kalangan pengguna VR PC yang selama ini mengimpor sendiri. Sisa stok dengan harga diskon kemungkinan tetap menarik, asalkan pembeli memperhitungkan ketersediaan base station dan controller yang semakin terbatas.