SULAWESI TENGGARA — PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat mencatat jumlah kendaraan listrik di wilayahnya naik 53,7 persen menjadi 3.441 unit per Oktober 2026 dibandingkan April 2026. Lonjakan ini mendorong PLN memperluas jaringan pengisian daya agar pengguna tidak ragu beralih ke kendaraan listrik.
Makassar — General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono menyatakan pihaknya mengoperasikan 84 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 61 lokasi. Infrastruktur itu disiapkan untuk mengikuti pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang melaju cepat di tiga provinsi tersebut.
Didik menegaskan ketersediaan tempat pengisian daya menjadi faktor penentu bagi calon pengguna. Tanpa jaminan akses yang mudah, masyarakat cenderung menunda beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Sebaran SPKLU di Tiga Provinsi
Dari total 84 unit, sebanyak 65 unit berada di 46 lokasi di Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara mendapat 12 unit di sembilan lokasi, sedangkan Sulawesi Barat memiliki tujuh unit di enam lokasi.
Lokasinya tidak terkonsentrasi di kota besar. PLN menempatkan fasilitas di ibu kota provinsi, kota kabupaten, jalur lintas provinsi, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, kampus, hingga bandara.
Untuk pengguna sepeda motor listrik, PLN menyediakan 16 unit SPKLU khusus roda dua di 11 kabupaten/kota. Masing-masing memiliki kapasitas daya 22 kilowatt.
Empat Kategori Pengisian Daya
PLN membagi fasilitas berdasarkan kecepatan pengisian. Sebanyak 25 unit merupakan ultra fast charging berdaya 60-200 kW, 12 unit fast charging 25-50 kW, 39 unit medium charging 22 kW, dan delapan unit standard charging 7 kW.
Di sejumlah lokasi, tersedia lounge agar pelanggan bisa beristirahat, bekerja, atau bersantai selama menunggu proses pengisian. Pengguna juga dapat mencari lokasi SPKLU terdekat hingga menyelesaikan transaksi lewat fitur EV Digital Services di aplikasi PLN Mobile.
Dorongan Transisi Energi Bersih
Menurut Didik, peralihan ke kendaraan listrik menjadi bagian dari upaya menekan emisi gas buang. Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi secara langsung saat beroperasi.
"Setiap kendaraan listrik yang beroperasi turut membantu mengurangi emisi dan menjaga lingkungan kita. Karena itu, PLN akan terus mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih di Sulselrabar," ujarnya.
Pengembangan infrastruktur ini juga disiapkan menjelang Hari Listrik Nasional ke-81 pada 27 Oktober 2026. PLN menyebut langkah tersebut sebagai komitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia.
Bagi calon pengguna, kepastian lokasi pengisian daya menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik bukan lagi pilihan yang merepotkan. Pertumbuhan 53,7 persen dalam enam bulan menunjukkan permintaan di Sulselrabar bergerak lebih cepat dari perkiraan, dan kesiapan jaringan SPKLU akan menentukan apakah tren ini bertahan.