SULAWESI TENGGARA — Barcelona resmi melaporkan Paris Saint-Germain ke UEFA setelah tifo bernuansa kekerasan ditampilkan di Parc des Princes jelang laga Liga Champions. Spanduk bergambar sosok bertopeng menghancurkan lambang Barcelona dengan gergaji mesin itu dinilai memicu kebencian dan melanggar nilai fair play.
Laporan Barcelona ke UEFA menyusul insiden yang terjadi sebelum kick-off pertandingan Liga Champions di Paris. Klub asal Katalonia itu menilai gambar dan pesan dalam tifo tersebut melampaui batas rivalitas sehat antarpendukung.
Di balik salah satu gawang Parc des Princes, pendukung PSG membentangkan spanduk besar. Gambar yang ditampilkan memperlihatkan sosok bertopeng mengenakan jersey PSG tengah menghancurkan lambang Barcelona dengan gergaji mesin.
Di bawah ilustrasi itu, tertulis pesan berbahasa Prancis: "massacre, Parisian style". Spanduk bernada provokatif juga terlihat selama pertandingan berlangsung.
Barcelona menyampaikan pernyataan resmi kepada BBC Sport yang mengecam keras aksi pendukung PSG. Klub menegaskan gambar gergaji mesin berlumuran darah yang menyerang lambang Barca tidak bisa diterima.
"The club strongly condemns the incidents that took place when the tifo was displayed in the stands, including the images of a blood-covered chainsaw attacking the Barca crest," demikian pernyataan Barcelona.
"These images were deeply disturbing and conveyed a message that incites violence and hatred in sport," lanjut klub.
Barcelona menegaskan sepak bola harus menjadi ruang rivalitas sehat, saling menghormati, dan kecintaan pada permainan, bebas dari pesan yang mempromosikan kebencian atau kekerasan.
Dalam regulasi disiplin UEFA, Pasal 16 mengatur larangan penggunaan gestur, kata-kata, benda, atau cara lain untuk menyampaikan pesan provokatif yang tidak layak dalam sebuah ajang olahraga. Pelanggaran pertama bisa berujung sanksi denda.
Denda sebesar 10.000 euro (sekitar 8.381 poundsterling) disebut sebagai salah satu bentuk hukuman yang mungkin dijatuhkan untuk pelanggaran pertama. BBC Sport telah menghubungi UEFA dan PSG untuk meminta tanggapan.
Di atas lapangan, Barcelona pulang dengan tangan kosong. Mereka kalah 4-2 dari PSG di Paris setelah sebelumnya memenangi dua laga pembuka Liga Champions.
Hasil itu memperpanjang catatan buruk Barcelona di kandang PSG, sekaligus menambah tekanan menjelang laga-laga berikutnya di fase liga. Insiden tifo kini menjadi sorotan terpisah yang berpotensi berujung pada proses disiplin UEFA.