SULAWESI TENGGARA — Netflix dilaporkan tengah menghadapi tantangan serius: tingkat keterlibatan pengguna yang menurun. Menurut laporan The Wall Street Journal oleh Jessica Toonkel dan Ben Fritz, metrik yang mengukur durasi menonton dan tingkat penyelesaian konten ini menjadi topik hangat dalam rapat internal perusahaan. Padahal, engagement adalah indikator utama kepuasan pelanggan dan pencegah pembatalan langganan.
Mengapa Engagement Penting Bagi Netflix?
Engagement, atau keterlibatan, adalah "cawan suci" di Hollywood modern. Semakin lama seseorang menonton dan semakin sering mereka menyelesaikan serial atau film, semakin kecil kemungkinan mereka berhenti berlangganan. Penurunan metrik ini menjadi alarm bagi Netflix untuk mencari cara baru mempertahankan penggunanya.
Dua Strategi Utama: Live TV dan Bundling
Untuk mengatasi masalah ini, Netflix tengah mempertimbangkan dua langkah besar. Pertama, menghadirkan saluran siaran langsung (live channels) yang memutar film dan acara TV secara kontinu. Idenya, pengguna cukup memilih saluran berdasarkan genre tanpa perlu repot mencari konten sendiri.
Kedua, Netflix berencana mengadopsi model bundling ala Apple dan Amazon. Perusahaan dikabarkan sedang menjajaki kerja sama dengan layanan streaming lain, seperti NBCUniversal's Peacock, untuk menjual langganan gabungan melalui aplikasi utama Netflix. Paket ini nantinya akan muncul sebagai tile di halaman beranda.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari akar bisnis Netflix yang selama ini mengandalkan konten on-demand. Saluran langsung juga membuka peluang baru untuk menayangkan iklan yang tidak bisa dilewati pemirsa.
Mengapa Tidak Integrasi dengan Apple TV?
Menariknya, di tengah pencarian solusi ini, Netflix justru mengabaikan opsi yang sudah tersedia: integrasi penuh dengan aplikasi Apple TV. Selama ini, Netflix menolak mendukung fitur tersebut dengan alasan tidak ingin kontennya bersanding dengan katalog kompetitor.
Namun, jika engagement adalah masalah utama, menampilkan konten Netflix di luar aplikasinya sendiri—misalnya di Apple TV app—bisa menjadi langkah awal yang efektif. Lebih dari setahun lalu, Netflix secara resmi mengonfirmasi tidak akan mendukung fitur Apple TV yang sudah lama dinantikan pengguna.
Selain itu, keputusan Netflix menggunakan pemutar video kustom (custom video player) yang tidak terintegrasi penuh dengan ekosistem Apple juga patut dipertimbangkan ulang jika perusahaan serius ingin memperbaiki pengalaman pengguna.
Apa Artinya Bagi Pengguna di Indonesia?
Bagi pengguna Netflix di Indonesia, perubahan ini bisa berarti dua hal. Pertama, kemungkinan hadirnya paket berlangganan gabungan yang lebih murah dengan layanan streaming lain. Kedua, pengalaman menonton yang lebih pasif dengan opsi saluran langsung, mirip seperti menonton TV kabel tetapi tanpa jadwal tetap.
Keputusan akhir Netflix akan menjadi indikator penting apakah perusahaan tetap pada posisinya sebagai platform on-demand murni, atau mulai merangkul model hibrida yang lebih tradisional. Yang jelas, persaingan di industri streaming kian memanas, dan pengguna akan diuntungkan dengan lebih banyak pilihan.