WAKATOBI — Fajar Riza menyambangi sejumlah sekolah di Kabupaten Wakatobi pada Kamis lalu. Salah satu agenda utamanya adalah meninjau hasil revitalisasi SMP Negeri 1 Wangi-Wangi yang mendapat suntikan dana Rp1,024 miliar dari Anggaran 2025. Ia menekankan, perbaikan fisik sekolah harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pengajaran.
Telepon Langsung ke Direktur SD untuk Percepatan
Saat mengunjungi SD Maritim Mola di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi, Fajar melihat langsung kondisi fasilitas sekolah yang menampung anak-anak Suku Bajo. Tanpa menunggu lama, ia menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, melalui sambungan telepon. Langkah itu disaksikan para guru dan siswa yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Saya sudah lama ingin datang ke Wakatobi. Selama ini kita mengenalnya sebagai salah satu kawasan laut terindah di dunia. Namun, yang lebih penting adalah memastikan anak-anak di sini memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," ujar Fajar dalam keterangannya.
Pendidikan Inklusif untuk Komunitas Maritim
Menurut Fajar, pendekatan pendidikan di daerah kepulauan harus bersifat inklusif dan adaptif. Ia menyebut masyarakat Suku Bajo memiliki karakter budaya maritim yang kuat, sehingga negara tidak boleh membiarkan satu pun anak Indonesia tertinggal karena faktor geografis.
“Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir secara inklusif dan adaptif, menghargai budaya lokal sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.
Revitalisasi SMA Muhammadiyah 1 Capai Rp1,5 Miliar
Di lokasi terpisah, Fajar juga meninjau SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi yang telah rampung direvitalisasi dengan anggaran Rp1,5 miliar. Sekolah tersebut sebelumnya diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Fajar mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus diikuti peningkatan mutu pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik.
“Wakatobi telah dikenal dunia karena keindahan lautnya. Kini tugas kita memastikan anak-anak Wakatobi juga dikenal karena kecerdasan, karakter, dan prestasinya. Itulah makna sesungguhnya dari Pendidikan Bermutu untuk Semua,” jelasnya.
Apresiasi Tokoh Suku Bajo
Tokoh masyarakat Suku Bajo sekaligus pengurus Sekolah Maritim Mola, Nurdin, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran wamen menjadi bukti bahwa negara benar-benar menyapa warga di wilayah kepulauan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wamen. Anak-anak semakin bersemangat mengikuti MPLS karena merasa diperhatikan langsung oleh pemerintah. Kami berharap perhatian terhadap pendidikan anak-anak Suku Bajo terus berlanjut,” ucap Nurdin.