Pencarian

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Tertinggi Rp 2,61 Juta per Gram

Jumat, 02 Oktober 2026 • 12:48:02 WIB
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Tertinggi Rp 2,61 Juta per Gram
Harga emas Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS turun pada Jumat (2/10/2026).

SULAWESI TENGGARA — Harga emas di Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS kompak turun pada Jumat (2/10/2026), dengan Antam masih berada di posisi tertinggi Rp 2.615.000 per gram. Koreksi terjadi di tengah tekanan dolar Amerika Serikat yang menguat dan yield obligasi pemerintah AS yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Paragraf pembuka: Penurunan harga emas Pegadaian berkisar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya. Galeri24 turun menjadi Rp 2.511.000 per gram dari Rp 2.515.000, Antam merosot ke Rp 2.615.000 dari Rp 2.620.000, dan UBS melemah ke Rp 2.535.000 dari Rp 2.538.000.

Rincian Harga per Ukuran

Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam pilihan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Emas Antam tersedia dari 0,5 gram sampai 100 gram, sedangkan UBS dijual mulai 0,5 gram hingga 500 gram.

Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, Galeri24 dipatok Rp 1.317.000, Antam Rp 1.359.000, dan UBS Rp 1.371.000. Pada ukuran 5 gram, Galeri24 dibanderol Rp 12.313.000, Antam Rp 12.845.000, dan UBS Rp 12.433.000.

Pembeli ukuran besar juga menghadapi koreksi. Galeri24 100 gram dijual Rp 243.954.000, Antam Rp 253.590.000, dan UBS Rp 246.257.000. Khusus Galeri24 dan UBS, tersedia ukuran hingga 1.000 gram dan 500 gram dengan harga masing-masing Rp 2.433.539.000 dan Rp 1.229.475.000.

Harga emas Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan perseroan.

Tekanan dari Pasar Global

Harga emas dunia bergerak tipis pada Kamis (1/10/2026) waktu setempat. Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,4 persen menjadi US$ 4.171,19 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4 persen ke US$ 4.205,10.

Kenaikan tipis itu terjadi setelah emas ambruk lebih dari 6 persen sepanjang September 2026. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, memperbesar biaya peluang memegang emas. Dolar yang lebih kuat juga membuat logam mulia ini lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Harga minyak ikut naik setelah China menangguhkan ekspor produk minyak, memicu kekhawatiran inflasi di pasar bahan bakar yang sudah ketat. "Apa pun yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pasti akan membebani sentimen di pasar emas," ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Menipis

Data inflasi AS Agustus yang lebih rendah dari perkiraan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan sebesar 28 persen, turun dari 45 persen sebelum data dirilis dan 69 persen pada pekan sebelumnya.

"Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah itulah yang telah menopang pasar logam mulia," tambah Meger.

Investor menantikan laporan nonfarm payrolls AS September yang dirilis Jumat untuk membaca arah kebijakan moneter. Analis pasar senior di XM Trading, Achilleas Georgolopoulos, menilai tren jangka pendek emas masih cenderung turun. "Pengujian ulang level US$ 4.000 masih mungkin terjadi, terutama jika laporan nonfarm payrolls besok menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan," ujarnya dalam sebuah catatan.

HSBC memangkas perkiraan rata-rata harga emas 2026 dan 2027 masing-masing menjadi US$ 4.490 per ons dan US$ 4.825 per ons. Bank itu menilai emas masih menghadapi tekanan dalam waktu dekat, tetapi kemungkinan besar sudah mendekati titik terendahnya.

Penutup: Koreksi harga di Pegadaian mencerminkan tekanan global yang masih membayangi emas, meski Antam tetap menjadi pilihan termahal di antara tiga produk yang dijual perseroan. Bagi investor ritel, selisih harga antarproduk dan ukuran menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks