Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah membangun 40.000 unit bioflok tematik di tingkat desa dan kecamatan untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat. Program itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu. Setiap unit bioflok tematik membutuhkan lahan 1.000 meter persegi dengan alokasi anggaran Rp 1,5 miliar.
KONAWE SELATAN — Pembangunan 40.000 unit bioflok tematik itu menyasar kecamatan dan desa agar setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhan protein ikan sendiri. Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menuturkan permintaan warga setempat soal pengembangan protein ikan menjadi salah satu dasar program ini dipercepat.
"Tadi ada ibu-ibu minta agar kampungnya juga perlu untuk pengembangan protein ikan. Nah, sekarang tepat, kita lagi membangun 40.000 bioflok, nanti dibangun oleh pemerintah," kata Zulhas saat kunjungan kerja di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Syarat Lahan 1.000 Meter Persegi dan Anggaran Rp 1,5 Miliar per Unit
Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran Rp 1,5 miliar untuk setiap unit bioflok tematik. Syaratnya, lahan yang tersedia harus seluas 1.000 meter persegi.
Zulhas menegaskan program ini merupakan perintah Presiden agar setiap kecamatan hingga desa mandiri pangan. Kebutuhan karbohidrat dan protein ikan dinilai harus tercukupi di level paling bawah pemerintahan.
"Kita akan bangun 40.000 karena perintah Bapak Presiden, setiap kecamatan bahkan nantinya setiap desa harus mandiri pangan, harus cukup proteinnya, cukup karbohidratnya," ujarnya.
Kualitas SDM Jadi Kunci Indonesia Maju
Selain soal produksi pangan, Zulhas menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia. Pemenuhan gizi sejak dini disebut krusial untuk mencegah gangguan pertumbuhan fisik dan kecerdasan.
"Kalau gizi kurang, pertumbuhan tulang dan otot tidak sempurna, makanya tidak bisa tinggi, pertumbuhan otak juga tidak sempurna. Tidak mungkin Indonesia maju kalau manusianya tidak sempurna fisiknya," jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan program penguatan sektor kelautan berupa pembangunan 5.000 kampung nelayan secara bertahap. Sebanyak 2.000 lokasi ditargetkan dibangun tahun depan, sedangkan 3.000 lokasi sisanya menyusul pada tahap berikutnya.
Dorong Swasembada Pangan Merata
Kombinasi program bioflok tematik dan kampung nelayan diharapkan mempercepat terwujudnya swasembada pangan secara merata. Pemerintah menargetkan setiap desa tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayahnya.
Budidaya bioflok sendiri merupakan metode pemeliharaan ikan dengan memanfaatkan mikroorganisme pengurai limbah organik menjadi pakan alami. Sistem ini memungkinkan budidaya ikan dengan kepadatan tinggi di lahan terbatas, cocok diterapkan di desa dengan lahan sempit.