KONAWE — Capaian tersebut menempatkan Konawe di urutan ke-7 sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Tenggara. Bupati Konawe H. Yusran Akbar menyebut penurunan ini sebagai rekor terbaik bagi daerah yang dikenal sebagai Bumi Kalosara itu.
Data BPS juga menunjukkan perbaikan pada dua indikator turunan kemiskinan, yakni Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Keduanya mengecil, menandakan jarak pengeluaran warga miskin terhadap garis kemiskinan semakin pendek.
Indeks P1 dan P2 Ikut Menyusut
Yusran menjelaskan, penurunan P1 dan P2 sama pentingnya dengan turunnya angka kemiskinan secara agregat. Menurut dia, kedua indeks itu mengukur seberapa dalam kemiskinan yang dialami warga dan seberapa timpang kondisi di antara mereka.
"Ini adalah rekor terbaik bagi Konawe. Turunnya angka kemiskinan hingga 11,46 persen, serta menjadi yang tertinggi se-Sultra, menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan yang kita jalankan berjalan tepat sasaran," tegas Yusran saat ditemui awak media di Unaaha pada Rabu (21/10/2026).
Ia menambahkan, berkurangnya jumlah penduduk miskin tidak berdiri sendiri. Kualitas kesejahteraan warga secara umum ikut membaik seiring menyempitnya ketimpangan di antara sesama penduduk miskin.
"Artinya, tidak hanya jumlah orang miskin yang berkurang secara signifikan, tetapi jarak pengeluaran mereka terhadap garis kemiskinan juga semakin mengecil, serta ketimpangan di antara sesama penduduk miskin turut menyempit," jelasnya.
Garis Kemiskinan Rp486.575 per Kapita
Garis Kemiskinan Konawe saat ini berada di angka Rp486.575 per kapita per bulan. Angka itu menjadi acuan pemerintah daerah dalam menilai apakah daya beli warga benar-benar membaik atau hanya bergerak di permukaan.
Pemerintah Kabupaten Konawe menyatakan tidak akan berpuas diri dengan capaian 11,46 persen. Fokus program ke depan diarahkan pada pemeliharaan daya beli masyarakat serta penguatan ekonomi lokal.
Langkah itu ditempuh agar tren penurunan kemiskinan berlanjut secara berkelanjutan. Pemkab Konawe juga menargetkan daerahnya menjadi percontohan sukses pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tenggara.
Melampaui Rata-Rata Penurunan Provinsi
Penurunan 1,32 poin persen di Konawe berbanding jauh dengan capaian tingkat provinsi yang hanya 0,52 persen. Selisih itu yang mengantar Konawe ke posisi teratas dalam hal laju penurunan angka kemiskinan di Sultra.
Bagi warga di 28 kecamatan Konawe, dampaknya terasa pada berkurangnya jumlah keluarga yang bergantung pada bantuan sosial. Pemerintah daerah kini mengarahkan perhatian pada penguatan usaha lokal agar pendapatan warga tidak kembali turun.